BeritaPapua.co, Jayapura — Menyoroti kondisi tim Persipura Jayapura yang mendekati bergulirnya liga 2 belum juga ada persiapan, mantan pemain Persipura, Kamasan Jack Komboy angkat bicara.
Kata dia, jika manajemen belum juga mendapat Laporan pertanggungjawaban, seharusnya ada langkah-langkah lain yang bisa diambil.
“Tidak bisa berita yang kita dengar adalah LPJ pertanggungjawaban, LPJ pertanggungjawaban. Memangnya cuma Freeport dan bank Papua. Kan, ada langkah-langkah lain yang bisa diambil oleh manajemen. Jadi tidak terus berada dalam 1 plan. Ada plan B, plan C,” ungkapnya kepada awak media di Jayapura, Jumat (18/8/23).
“Seperti apa? Ya, itu wilayahnya manajemen Persipura,” tegasnya.
Dia juga meminta kepada manajemen Persipura untuk tidak membangun opini tentang ketergantungan terhadap sponsor hanya kepada Bank Papua dan PT Freeport saja.
“Jadi hari-hari yang kita dengar adalah terus membangun narasi-narasi yang seolah-olah tanpa report tanpa bank Papua terus LPJ belum masuk, iya tidak bisa begitu juga,” bebernya.
Dia berharap, manajemen segera mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi sehingga Persipura bisa terus eksis.
“Harapan saya sendiri Persipura harus tetap ikut liga 2. Jangan sampai tidak ikut liga 2 karena kalau tidak ikut liga 2 berarti dia akan secara otomatis turun ke liga 3,” ucapnya.
“Harapan Kita kan itu, bukan harapan saya saja selaku mantan pemain tetapi harapan seluruh masyarakat Papua. Ini bintang 4,” tambahnya.
Sebagai legenda Persipura, dia menyampaikan, bicara Persipura berarti bicara soal harkat dan martabat anak Papua.
“Jadi itu yang harus tertanam dari diri para pengelola Persipura atau manajemen Persipura. Tidak bisa dengan gampang mengatakan bahwa kalau tidak siap akan tidak ikut liga 2. Iya secara otomatis akan turun ke liga 3,” tegasnya.
Dia juga menilai bahwa pihak manajemen kurang transparan.
“Semua orang punya hati semua orang punya keinginan untuk melihat Persipura tapi manajemen sendiri tidak terbuka untuk menyampaikan situasi yang sebenarnya terjadi di Persipura,” ungkap Jack.
Sehingga kata dia, masalah ini banyak orang mulai ikut berpikir bagaimana menyelamatkan tim kebanggaan orang Papua itu.
“Bagaimana menyelamatkan Persipura ikut liga 2, itu yang menjadi catatan penting saya. Tidak bisa kerja barang ini menjadi urusan manajemen. Betul itu wilayah mereka, tim ini milik mereka, tapi hari ini Persipura butuh bantuan atau tangan orang lain untuk juga ikut membantu tim sehingga bisa tetap eksis di liga 2,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











