Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura secara resmi melaunching kebangkitan klub kebanggaan masyarakat, Persidafon Jayapura, untuk berlaga di kompetisi Liga 4 Indonesia.
Pengumuman bersejarah ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Jayapura ke-57 dan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Yunus Wonda dan Wakil Bupati Haris Richard Yocku, Selasa (17/3/2026).
Ketua Tim Persidafon Jayapura yang juga Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku (HRY), menegaskan bahwa kebangkitan tim berjuluk “Gabus Sentani” ini merupakan wujud nyata komitmen politik pemerintah daerah.
“Kami pemerintah sudah berupaya kerja keras menghidupkan kembali Persidafon. Ini adalah janji politik kami saat kampanye dulu, dan hari ini di satu tahun pertama kepemimpinan, Persidafon kami hidupkan kembali,” ujar HRY kepada awak media di Sentani.
HRY mengakui bahwa Persidafon meninggalkan banyak sekali persoalan di masa lalu. Namun, pihaknya memilih untuk fokus pada masa depan dan kebangkitan sepak bola di Bumi Kenambai Umbai.
“Hari ini kita tidak bicara persoalan. Yang jelas, sepak bola adalah hiburan bagi masyarakat, dan Persidafon adalah harga diri kita, khususnya masyarakat Orang Asli Papua dan Kabupaten Jayapura,” tegasnya.
Untuk memastikan keseriusan tim, pemerintah daerah telah menunjuk sosok berpengalaman, Gerard Pangkali, mantan pemain Persipura Jayapura, sebagai pelatih kepala. Sementara itu, Bupati Jayapura Yunus Wonda ditetapkan sebagai pembina atau presiden tertinggi klub.
“Bupati sebagai pembina, beliau adalah presiden tertinggi di Persidafon. Saya sendiri sebagai ketua umum akan turun langsung mengawal tim mulai sekarang hingga ke depan,” beber HRY.
Antusiasme masyarakat terhadap kebangkitan Persidafon terbilang luar biasa. HRY mengungkapkan, proses seleksi pemain yang digelar beberapa waktu lalu diikuti oleh sekitar 700 peserta. Tim pelatih yang dipimpin Gerard Pangkali terus melakukan penyaringan ketat, menyisakan 100 pemain, dan saat ini telah mengerucut menjadi 25 hingga 30 pemain terbaik. Total keseluruhan skuad, termasuk ofisial dan tim medis, berjumlah sekitar 30-35 orang.
Saat ini, seluruh pemain dan ofisial Persidafon telah memasuki masa pemusatan latihan (TC) dan ditempatkan di Hotel Tabita, Sentani, yang menjadi markas sementara tim.
“Mereka berlatih, bertanding, dan kembali ke penampungan. Di situlah mereka melakukan seluruh aktivitas,” jelas HRY.
Wakil Bupati berharap kebangkitan ini tidak hanya menjadi seremoni belaka. Ia mengajak seluruh elemen tim, pemain, klub, dan masyarakat untuk bahu-membahu membawa perubahan.
“Ke depan tidak mudah. Tapi saya pastikan, ketika kita bersatu dan memiliki komitmen yang sama, saya percaya Persidafon akan kembali berjaya di kancah tertinggi Republik Indonesia,” tegasnya.
HRY juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Jayapura Yunus Wonda, Gubernur Papua, serta PSSI yang telah memberikan kepercayaan kepada Persidafon untuk kembali berlaga di Liga 4. Pihaknya optimistis langkah ini akan membawa Persidafon ke level selanjutnya yang lebih baik di masa depan.
“Terima kasih banyak kepada semua pihak yang mendukung Persidafon. Mari kita beri dukungan suporter dan motivasi yang baik buat anak-anak kita di Persidafon,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











