Beritapapua.co, Fakfak — Tercatat dalam sejarah Pilkada, kandidat Bupati Fakfak 2020-2025, 01 Samaun Dahlan yang berpasangan dengan Chlifford Ndardarmana kalah dari pasangan kandidat Bupati 02, Untung Tamsil dan Yohana Hindom.
Kandidat berjargon SADAR ini memborong 11 Partai Politik yang menduduki 20 kursi DPRD Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Partai yang dikalahkan mulai dari partai besar yakni, Partai Golkar 4 kursi, Partai Nasdem 3 kursi, PKS 2 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, PDIP 2 kursi, Perindo 1 kursi, PAN 1 kursi, Hanura 1 kursi, Partai Demokrat 1 kursi, PBB 1 kursi.
Dari partai yang secara jantan partai yang pertama kali mengucapkan selamat atas kemenangan Utayoh adalah PKB.
Calon Wakil Bupati, Yohana Hindom mengucapkan Terima kasih atas ucapan tersebut. Tetapi beliau meminta agar masyarakat Fakfak untuk bersabar menunggu hasil akhir.
“Kita berharap demikian tapi sebaiknya kita sabar dulu ini belum final. Bisa jadi mereka (Sadar, Red.) akan melakukan perbuatan yang kita tidak tahu. Pesan saya kita hati hati saja,” demikian disampaikan Mama Yoh sapaan akrab Calon Wakil Bupati Fakfak 2020-2025 Yohana Hindom kepada media ini, Beritapapua.co tadi pagi.
Sementara pengamat politik Rocky Kubiare mengatakan bahwa Kemenangan Utayoh dalam Pilkada Fakfak 2020-2025 dalam jalur indenpenden adalah benar suara murni rakyat Fakfak yang selama ini terzolomi.
“Ini saatnya Utayoh memimpin negeri, tampil apa adanya. Pak Untung Tamsil seorang pemuda generik yang pernah menjadi pemimpin organisasi pemuda KNPI Fakfak dibantu dengan seorang ibu yang berhati mulia disayang seluruh masyarakat Fakfak. Asli Fakfak, maka saya mengajak pemuda dan rakyat Fakfak menjaga keutuhan Fakfak dari perbuatan orang-orang yang zholim. Doa kami terbaik untuk kandidat keduanya, ” kata Rocky dihubungi wartawan Beritapapua.co tadi siang, Selasa, 14 Desember 2020.
Sementara salah satu Pembina Tim Pemenangan Calon Wakil Bupati, Yohana Hindom, Kompol Purn Stefans Ayomi ditemui wartawan media ini Beritapapua.co meminta dengan hormat agar kandidat Bupati Fakfak 2020-2025 berjargon Sadar (Samaun Dahlan dan Chlifford Ndardarmana) beserta tim untuk menerima keputusan jika yang menang adalah Utayoh.
“Tolong terima kekalahan dengan lapang dada. Jangan buat gesekan terhadap rakyat. Kami pun jika kami kalah akan menerima dengan lapang dada. Pesan saya juga, tim kita (Utayoh) agar tahan diri, cukup kita menjaga dan mengawasi agar suara kita tidak hilang, pasti ada orang yang tidak akan suka dengan kita. Saya yakin tim Utayoh adalah orang-orang yang dewasa dan berakhlak,” kata mantan Kabag Ops Polres Fakfak.
Senada dengan Stefans Ayomi, Lanto Iha, salah satu tim Sukses Utayoh mengatakan bahwa akan bersama tim terus memantau hingga penghitungan akhir di KPU Fakfak. Dan juga meminta agar KPUD FAKFAK untuk bekerja netral, jangan bermain curang dengan memanipulasi surat suara dengan memenangkan kandidat 01 Sadar.
“Cukup KPUD FAKFAK Netral dalam penghitungan hari akhir. Kami anak-anak negeri Mbaham Matta meminta dengan hormat kepada Komisioner KPUD FAKFAK untuk netral. Jangan main curang, kami tidak terima jika terjadi permainan dengan berbuat curang. Ya netral lah terima hasil akhir, ” kata Lanto Iha kepada wartawan Beritapapua.co tadi pagi.
Nada terakhir tokoh masyarakat Fakfak, Yohanis Hindom mengatakan bahwa benar-benar sangat memalukan calon Bupati Fakfak 2020-2025 mengalahkan orang yang memiliki power dengan membeli seluruh partai yang berkuasa di DPRD Fakfak Papua Barat.
“Terima saja kekalahan kalian dari suara rakyat murni yang berpihak pada Utayoh . Kalian duduk di DPRD Fakfak juga suara dari kami, nanti 2024 kalian datang dan mengemis suara kami untuk memilih kalian, kalian tidak sadar bahwa Sadar kalah,” sorot Anis Hindom.
(Ady)











