Berita Papua, Manokwari — Guna mendukung pelestarian biota laut yang terancam dari kepunahannya, Persekutuan Kaum Bapak (PKB) GKI Bukit Zaitun Rendani Gunung Manokwari bersama Jemaat GKI Koreri Isenebuai Rumberpon Teluk Wondama melepasliarkan sejumlah tukik penyu hijau (chelonia mydas) ke habitatnya, Minggu (5/4/2025).
Pelepasan 9 ekor hewan Reptilia penjaga ekosistem laut ini sendiri diinisiasi oleh Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) berkolaborasi dengan kelompok pecinta penyu PIBATA yang diketuai oleh Alfons Kaikatui.
Ke-9 ekor anakan penyu yang masih berusia bulanan hingga satu tahun setengah dilepas ke habitatnya oleh perwakilan kedua jemaat secara bersamaan sebagai jalinan mempererat tali persaudaraan juga salah satu wujud bahwa gereja turut ambil bagian dalam menjaga ekosistem laut terlebih lagi terhadap pelestarian biota laut yang dilindungi.
“Ini menandakan bahwa gereja bersama jemaat turut peduli terhadap lingkungan dan biota laut secara khusus tukik penyu ini agar dapat berkembang biak lebih banyak lagi,” ungkap Ketua PHMJ GKI Bukit Zaitun, Pdt Yance Sawaki.
Sebagai perwakilan gereja Pdt Yance Sawaki,SSi,Theol mengajak seluruh masyarakat untuk dapat berpartisipasi terhadap kelestarian lingkungan dan alam baik biota laut maupun darat.
Wakil ketua Klasis Rumberpon, Derek Bernadus Kaikatui menambahkan pelestarian biota laut yang dilindungi sangat penting untuk menghindari kepunahannya.
“Saya mewakili gereja dan pemerintah berharap kepada kita semua untuk menjaga kelestarian penyu ini agar dapat terus berkembang biak,” ujar Derek Kaikatui.
Perwakilan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Charles Mayor dikesempatan ini menyampaikan ucapan terima kepada kedua jemaat GKI di Tanah Papua dan masyarakat kampung Isenebuai yang telah berpartisipasi dalam menjaga pelestarian alam terlebih khusus pelestarian penyu.
“Saya selaku perwakilan balai besar taman nasional Teluk Cenderawasih mengajak kita semua seluruh masyarakat, Mari kita menjaga kelestarian alam agar menjadi berkat bagi kita semua,” pungkas Charles Mayor.
(A.Ginting)











