Papua Barat

Berhasil Ciptakan Sabun Dari Pala

103
×

Berhasil Ciptakan Sabun Dari Pala

Sebarkan artikel ini
Sabun pala hasil karya Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Papua Barat bersama masyarakat Fakfak. Foto : Mulyadi

BeritaPapua.co, Fakfak — Benar-benar salut untuk seorang figur pemimpin yang berpotensi dan berilmu seperti H. Abdul Rahim Fatamasya.

Sebagai seorang Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Diluar dugaan, H. Abdul Rahim Fatamasya melihat buah pala di Fakfak cukup melimpah maka, dirangkul masyarakat pemilik hak ulayat pemilik kebun pala dan membuat pelatihan pembuatan sabun dan sampo dari buah pala.

Dalam proses pembuatan cukup sederhana, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Papua Barat bersama masyarakat Fakfak cukup telaten.

Berikut wawancara khusus Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, H. Abdul Rahim Fatamasya diruang kerjanya, Rabu, (28/7/2021) pukul 09:00 WIT.

1. Wartawan : Ide dari siapa, hingga jajaran Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak membuat sabun mandi dari buah pala?

Kadisbun : Awal Ide adanya produk balsam pala, sabun pala dan nanti akan ada beberapa produk turunan lainnya adalah bgmn cara membuat lemak pala dari biji pala dan mengetahui kegunaan lemak pala sebagai bahan baku  produk apa saja?.  Ide ini disampaikan oleh Kadisbun yang disambut baik oleh program Green Economic Grouth (GEG) dengan memberikan seperangkat alat pengolahan lemak pala sebagai uji coba di Disbun (sekarang alat sudah ada di kampung Brongkendik dan DISBUN sudah memiliki alat sendiri). Setelah staf Disbun bisa memproduksi lemak maka dilakukanlah pelatihan pembuatan balsam pala pada oktober 2020 dan pelatihan sabun pada Mei 2021.

2. Wartawan : Bahan pembuatan sabun pala dari apa saja?

Kadisbun : Bahan pembuatan sabun pala adalah lemak pala, minyak sawit, minyak kelapa, Naoh dan Aqudest atau cleo.

3. Wartawan : Sudah berapa lama pembuatan sabun pala?

Kadisbun : Sabun pala pertama kali dibuat oleh ibu sarah (instruktur pelatihan) pada pertengah tahun 2020 dan pada saat demo di kantor DISBUN pada april 2021.

4. Wartawan : Apakah sudah dipasarkan atau belum?

Kadisbun : Sudah dipasarkan sekaligus promosi oleh beberapa peserta pelatihan dan koperasi Myristica.

5. Wartawan : Berapa banyak kemampuan sehari produksi sabun pala oleh masyarakat?

Kadisbun : Karena membuatx sangat mudah maka sehari bs membuat sebanyak 5-10 pkt (1 pkt akan jd 900 gram/12 potongan tergantung cetakannya)

6. Wartawan : Apakah sudah dijual keluar daerah atau belum?

Kadisbun : Untuk sementara masih beredar di Kab Fak-Fak tetapi sudah ada yang order dari luar Fak-Fak

7. Wartawan : Apakah ada tim BPOM sudah memeriksa apakah pala dibuat sabun mempunyai efek samping terhadap tubuh ataukah membuat mempunyai kelebihan terhadap kulit tubuh manusia?

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Papua Barat H. Abdul Rahim Fatamasya saat memberikan keterangan pers kepada wartawan Berita Papua di ruang kerjanya. Foto : Mulyadi

Kadisbun : BPOM sudah ke Fak-Fak bahkan  memberikan pelatihan tentang sanitasi Hygiene dan perijinan kepada peserta pelatihan sabun dan balsam. Untuk efek samping dari beberapa orang yang sudah mencoba menggunakan sabun pala selama 2-3 bulan belum ada keluhan ke kulit.
Untuk kelebihannya kulit terasa lebih lembut.

8. Wartawan : Apakah ada ide dari Bapak selaku Kepala Dinas Perkebunan untuk mempromosikan produk lokal ke kancah nasional?

Kadisbun : Pada saat selesai demo dan sabun sudah bs digunakan langsung saya promosikan melalui WAG dan medsos lainnya dan rencana akan ada pameran online. Untuk promosi akan tetap dilakukan tetapi yang lebih penting lagi ada pengurusan ijin dan pasar.

9. Wartawan : Apa tujuan pembuatan sabun pala?

Kadisbun : Agar biji pala tidakk lagi dijual dalam bentuk gelondongan atau biji pala tetapi sudah dalam batok jadi dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.

10. Wartawan : Dan apa harapan dalam produk sabun pala ini?

Kadisbun : Harapannya
– produk ini harus di kenal masyrakat luas,
– jika sudah ada ijinnya maka hotel-hotel yang ada di Fakfak sudah harus wajib menggunakan sabun pala,
-pembinaan kepada perorangan atau keluarga dalam membangun usahanya secara berkesinambungan
-membantu mencari pasar diluar Fak-Fak.

Demikian, terimakasih.

(Aldy)