BeritaPapua.co, Teminabuan — Pengangkatan sepihak terhadap PLT ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) suku besar Tehit menuai protes dari kalangan masyarakat adat Tehit di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anak adat suku besar Tehit, Frans Salmon Thesia kepada awak media beritapapua.co melalui WhatsApp, Jumat (12/8/22).
Lanjut kata Frans, dimana penunjukkan terhadap PLT ketua LMA suku Tehit Altius M Thesia dinilai tidak sesuai prosedur organisasi.
Menurutnya, pemberhentian dan pengangkatan ketua LMA Tehit seharusnya melalui mekanisme organisasi yang mengacu pada AD, ART serta serta melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
Pasalnya, Masyarakat suku Tehit yang mendiami kepala burung di wilayah adat Domberai masih memiliki ketua LMA yang sah yaitu Philipus Momot.
Dia juga menegaskan bahwa LMA adalah lembaga adat yang pada dasarnya melindungi hak-hak dasar dari masyarakat.
“Yang terpenting LMA adalah wadah lembaga masyarakat adat yang barang kali tugasnya adalah melindungi hak-hak dasar suku Tehit itu sendiri,” ujar Frans.
Frans juga berharap agar wadah ini tidak diboncengi oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah persatuan dan keutuhan masyarakat adat suku besar Tehit, dengan kepentingan politik 2024.
(RT)











