Papua Barat

Syukuran HUT ke-61 IKKB Manokwari dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sopo Godang, Ini Pesan Sesepuh dan Pemerintah Daerah

174
×

Syukuran HUT ke-61 IKKB Manokwari dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sopo Godang, Ini Pesan Sesepuh dan Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
Logopit 1719718118474 jpg
Syukuran HUT IKKB Manokwari ke 61 dan peletakan batu pertama pembangunan sopo Godang.

Berita Papua, Manokwari — Ikatan Kerukunan Keluarga Batak (IKKB) kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat gelar syukuran hari ulang tahun ke-61 dan pencanangan  pembangunan gedung Sopo Godang (Rumah besar) di kampung Soribo Distrik Manokwari Barat, Sabtu (29/6/24).

Usai ibadah syukur ulang tahun IKKB Manokwari turut dibacakan sejarah singkat suku Batak di Manokwari sampai 61 tahun ini, dilanjutkan pemotongan nasi tumpeng dan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan gedung sopo godang oleh panitia pembangunan.

Dihadiri ratusan warga Batak yang didalamnya terdiri  dari etnik Batak Angkola, Batak Karo, Batak Pak-Pak Dairi, Batak Simalungun dan Batak Toba juga para ketua-ketua maupun anggota kumpulan (punguan) marga, prosesi peletakan batu pertama dilakukan oleh perwakilan hamba Tuhan yaitu Pdt T Samosir.

Adapun peletakan batu selanjutnya oleh ketua umum IKKB Manokwari J Nainggolan, Mewakili Pj Gubernur Papua Barat  yakni Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Onasius P Matani, Bupati Manokwari, Hermus Indou, Sesepuh IKKB Manokwari, Drs Dominggus Mandacan, Penasehat IKKB, drg H Sembiring, Ketua Panitia perayaan HUT, J Silalahi Ketua Panitia Pembangunan R Sirait dan perwakilan tua-tua IKKB.

Selaku sesepuh IKKB Manokwari, Dominggus Mandacan dalam sambutannya menuturkan bahwa tugas dan tanggung jawab sebagai sesepuh telah diterimanya semenjak tahun 2001 sehingga selama 23 tahun berjalan saat mengemban jabatan ataupun tidak kepercayaan dan tanggung jawab sebagai sesepuh IKKB tetap diberikan.

“Ini suatu kehormatan dan penghargaan tetap diberikan kepada saya sebagai kepala suku besar Arfak dan tuan rumah di tanah Papua khususnya Arfak dan Manokwari,” ucap mantan gubernur Papua Barat periode 2017-2022 ini.

Sebagai sesepuh IKKB dan kepala suku besar Arfak, Dominggus mengajak masyarakat Batak untuk turut menjamin keamanan, ketertiban dan kedamaian yang dimulai dari keluarga sendiri dalam IKKB maupun terhadap tetangga atau paguyuban lainnya untuk bersama-sama menjaga Indonesia, tanah Papua khususnya Papua Barat Manokwari agar tetap aman damai serta bekerja sesuai kapasitasnya  masing-masing.

“Saya Terima kasih kepada IKKB Manokwari Papua Barat yang telah banyak membawa perubahan di berbagai sektor agar kami tetap bisa maju bersama suku-suku lainnya karena dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” ujar Pria yang maju pada bursa pilkada 2024 ini.

“Warga IKKB ada dimana-mana dan tidak kemana-mana tetap tinggal disitu sudah menyatu dengan umat dan masyarakat yang ada untuk membawa perubahan bagi keluarga besar Papua juga  Indonesia,” ujarnya lagi.

Sebagai pemerintah daerah, Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan kehadiran warga IKKB di Manokwari memberikan dampak positif di berbagai aspek termasuk menambah kependudukan di Manokwari.

“Kalau dipresentasikan penduduk kita suku besar Arfak sesungguhnya hanya 20 persen dari penduduk Manokwari tetapi 80 persennya dikontribusikan oleh  suku-suku Nusantara,” ucapnya.

Lebih lanjut Hermus mengatakan kehadiran IKKB tidak hanya berkontribusi pada aspek pembangunan tetapi juga aspek-aspek kehidupan lainnya bersama suku-suku lain.

Dikesempatan itu Hermus menyampaikan empat hal penting dalam perayaan HUT IKKB ke-61 dan peletakan batu pertama pembangunan sopo Godang diantaranya pertama, kehadiran warga Batak di Papua adalah panggilan dan utusan maha kuasa, karena menurut hematnya kita punya niat tetapi yang merancang kita ada ditempat ini adalah Tuhan karena sudah ditetapkan jauh-jauh sebelum kita ada di tanah ini.

Kedua, Pembangunan sopo Godang untuk menjaga eksistensi warga IKKB di Manokwari.

“Kita berharap IKKB eksis dimasa lalu, masa sekarang dan tetap eksis dimasa yang akan datang karena saya pikir warga IKKB sudah memiliki niat yang tulus untuk tanah Papua, menetap disini membangun rumah disini bahkan ketika dipanggil oleh Tuhan tetap dimakamkan di Manokwari,” kata  Hermus.

Ketiga, Membangun dan melestarikan IKKB di tanah Papua menjadi hal penting untuk memperkaya identitas kebudayaan bangsa di Papua.

“Kita ingin buktikan bahwa Papua ini menjadi tempat semua anak-anak bangsa tidak memandang suku, bahasa, ras dan agama, Keindonesiaan harus kita bangun di Papua dan Papua harus menjadi berkat bagi kita semua dan kita semuanya menjadi berkat bagi tanah Papua,” imbuhnya.

Keempat, Hermus Indou melihat bahwa pembangunan sopo Godang ini wujud partisipasi percepatan pembangunan di kabupaten Manokwari apalagi lokasi pembangunan dulunya hutan nantinya ada berdiri bangunan bersama bangunan-bangunan lainnya ini menandakan kabupaten Manokwari telah mengalami kemajuan.

Selain itu kata Indou hal penting lainnya pembangunan sopo Godang adalah untuk memperkuat kelembagaan dari IKKB itu sendiri dan memperkuat pelayanan kepada warga IKKB ketika menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya berterima kasih kepada warga IKKB yang sampai saat ini turut menjaga Manokwari dari kerusakan dan berbagai ancaman karena banyak orang tinggal disini tetapi tidak merasa memiliki kabupaten ini,” tandasnya.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Onasius P Matani menambahkan bahwa, pembangunan sopo Godang merupakan tanggung jawab bersama agar nantinya dapat dipergunakan sebagai wadah  untuk bertukar pikiran, menghasilkan ide-ide membangun kota Manokwari dan Papua Barat.

Dikatakan mengutip pepatah Batak  yang berbunyi, “Aek Godang, Aek laut, Dosni Roha Sibaen Nasaut” yang artinya jika pengurus kerukunan Batak Manokwari Papua Barat bersatu hati maka program apapun yang direncanakan pasti terwujudkan apalagi rencana tersebut melibatkan campur tangan Tuhan.

“Mari kita wujudkan ini sebagai rumah adat Batak juga rumah bersama untuk membangun Papua Barat lebih baik kedepan dari perspektif orang Batak sehingga suku-suku lain bisa mengikutinya,” ujar Onasius.

Sementara itu ketua umum IKKB Manokwari, J Nainggolan mengajak seluruh masyarakat Batak di Manokwari untuk bertekad teguh dibarengi Do’a dalam membangun sopo Godang yang telah dirindukan selama  bertahun-tahun ini.

 “Mari kita wujudkan sopo Godang ini untuk melayani warga dalam melaksanakan kegiatan ibadah dan adat agar semua dapat berjalan,” ucapnya.

Dikatakan  pengukuhan sesepuh oleh IKKB tidak hanya diberikan kepada seseorang yang  berada diatas ( red- memiliki jabatan) karena bagi IKKB  suka duka jalan bersama tidak lekang oleh panas dan tidak luntur karena air sebab cinta kasih itu kekal abadi.

Diakhir Nainggolan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan panitia Hari ulang tahun bersama ketua-ketua marga dan masyarakat Batak Manokwari yang telah memberikan support maupun dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kepada kepala-kepala suku atau paguyuban kami haturkan terima kasih dan mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan  dalam penyambutan kami,” pungkas Nainggolan.

(A Ginting)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *