Berita Papua, Yalimo — Puluhan siswa sekolah di Kabupaten Yalimo menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah terkait insiden rasisme yang baru-baru ini terjadi di wilayah tersebut.
Para siswa mengaku mengalami trauma dalam menjalankan aktivitas sehari-hari akibat penangkapan yang dilakukan aparat keamanan terhadap pelaku kerusuhan.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Yalimo, Nahor Nekwek di halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Yalimo pada Selasa (24/9/2025). Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Yalimo saat menerima perwakilan siswa.
Menanggapi aspirasi para siswa, Bupati Nekwek menegaskan siap berkomitmen untuk melindungi seluruh masyarakat Yalimo dari ancaman apapun. “Saya dipilih oleh rakyat Kabupaten Yalimo, karena itu apapun yang terjadi saya akan melindungi masyarakat dari ancaman yang ada,” ujar Nekwek di hadapan para siswa dan masyarakat.
Bupati juga dengan tegas menolak terhadap tindakan rasisme yang terjadi di wilayah Yalimo.
Ia mengklaim telah melaporkan kejadian ini kepada Kapolda Papua untuk memastikan perlindungan terhadap warga Yalimo.
“Kita tolak rasisme yang terjadi di Kabupaten Yalimo. Masyarakat tidak perlu takut dan trauma dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegas Nekwek.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk bersatu dengan pemerintah daerah dan TNI/Polri dalam upaya pemulihan kondisi agar aktivitas dapat berjalan normal kembali.
Perwakilan siswa dalam pernyataannya menyampaikan kekesalan atas pernyataan rasisme yang dilontarkan oknum warga pendatang terhadap Orang Asli Papua (OAP).
“Kami sebagai pelajar dan masyarakat merasa menjadi korban atas penyampaian rasisme tersebut. Kami OAP sangat kesal dengan pernyataan ini,” ujar perwakilan siswa.
Para siswa meminta perlindungan dari pemerintah daerah, khususnya agar tidak terjadi penangkapan sewenang-wenang terhadap pelajar OAP terkait insiden rasisme ini.
Mereka juga menuntut agar pelaku rasisme diproses secara hukum untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, para siswa berharap tim posko bantuan dan pemulihan yang dibentuk pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada mereka sebagai korban insiden rasisme.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Yalimo telah membentuk posko bantuan dan pemulihan untuk menangani dampak dari insiden rasisme ini. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk memulihkan kondisi dan mengembalikan rasa aman di masyarakat.
(Redaksi)











