Berita Papua, Nabire — Koordinator Jurnalis Papua Selatan Emanuel Ruberu menampilkan 23 foto jurnalistik dengan 5 foto besar yang menyoroti isu kerusakan lingkungan di Papua Selatan dalam Festival Media Se-Tanah Papua.
Pameran ini digelar sebagai bagian dari festival perdana yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di Nabire, 13-15 Januari 2026.
Ruberu, yang juga wartawan Jubi menjelaskan bahwa foto-foto yang ditampilkan adalah fokus pada dampak pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit terhadap kehidupan masyarakat adat Papua.
“Kami di Papua Selatan, khususnya di Merauke, yang paling menonjol sekali itu menyangkut lingkungan, bagaimana masyarakat kehilangan ekosistem ekologi yang ada di sana,” ujar Ruberu pada pembukaan festival, Selasa (13/1/2026).
Foto-foto yang dipamerkan mendokumentasikan kondisi lingkungan yang telah rusak akibat perkebunan kelapa sawit dan program cetak sawah yang mengambil ruang hidup masyarakat, terutama masyarakat asli Papua.
“Yang kami bawa itu berupa foto-foto kondisi lingkungan yang sudah rusak, bagaimana nasibnya perkebunan kelapa sawit di sana, cetak sawah yang mengambil ruang-ruang hidup masyarakat, terutama masyarakat asli Papua,” jelasnya.
Ruberu menekankan bahwa masyarakat Papua, hampir di seluruh wilayah Tanah Papua, bergantung pada hutan dan lingkungan sebagai sumber kehidupan.
“Saya pikir hampir sama di semua Tanah Papua bersandar pada hutan lingkungan, mereka punya tempat mencari makan, tempat hidup,” katanya.
Melalui pameran ini, Ruberu berharap dapat menyampaikan pesan penting kepada publik tentang urgensi pelestarian hutan.
“Yang diharapkan dari pameran kali ini, kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa kita harus menjaga hutan. Karena menjaga hutan berarti kita menjaga masyarakat adat, menjaga hutan berarti menjaga rakyatnya juga,” tegasnya.
Pameran foto ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan Festival Media Se-Tanah Papua yang menghadirkan ratusan jurnalis dari 6 provinsi di Tanah Papua, dengan agenda meliputi pelatihan jurnalistik, talk show, pameran foto dan video, serta malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026.
(Redaksi)











