Berita Papua, Merauke — Tim Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) terjun langsung bersama masyarakat dan aparat untuk mengendalikan titik api serta mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan transmigrasi Muting, Kampung Bupul Indah, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Aksi tanggap darurat itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus penerapan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Tim Ekspedisi Patriot UGM bergerak bersama Satgas Gabungan Karhutla yang terdiri dari Polri, PT IJS, dan masyarakat di wilayah Elikobel.
Api dilaporkan tak kunjung reda sejak Rabu, 16 September 2026, pukul 10.00 WIT, hingga Kamis, 17 September 2026, pukul 16.00 WIT. Kondisi vegetasi sabana yang mengering akibat cuaca ekstrem serta terbatasnya sumber air menjadi tantangan utama proses pemadaman di wilayah Elikobel.

Koordinator Lapangan Tim Ekspedisi Patriot UGM Gedsi, Alfi Lubis, mengatakan jarak karhutla sangat dekat dengan pemukiman warga, bahkan hanya sekitar 100 meter dari posko tim. Menurutnya, warga telah bersiap mengamankan barang-barang penting sejak malam sebelumnya.
“Karhutla ini sangat dekat dengan pemukiman warga, bahkan jaraknya hanya 100 meter dari posko Tim Ekspedisi Patriot UGM. Dari semalam warga sudah bersiap untuk mengamankan barang-barang penting. Kami juga bersama tim UGM mengupayakan kolaborasi lintas sektor agar karhutla segera tertangani, dengan membantu menghubungi pihak Kapolres yang dihubungkan ke perusahaan untuk pemanfaatan mesin air. Karena dari kami dan warga hanya menggunakan alat seadanya, kami mencoba menempuh jalur koordinasi lainnya,” ujar Alfi.
Langkah responsif tersebut diharapkan dapat menekan lonjakan kasus karhutla di Merauke. Aksi ini disebut sebagai wujud nyata UGM hadir bersama masyarakat.
(Redaksi)











