Papua Tengah

Gubernur Papua Tengah: Pemberdayaan Perempuan Adalah Investasi Lintas Generasi

32
×

Gubernur Papua Tengah: Pemberdayaan Perempuan Adalah Investasi Lintas Generasi

Sebarkan artikel ini
Tampak Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule (kiri) saat membuka jalannya Focus Group Discussion.

Berita Papua, Nabire — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penelitian dan Pengembangan Pemberdayaan Perempuan Papua Tengah Tahun 2025 di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (4/6/2025).

FGD diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini bertujuan merumuskan arah kebijakan pemberdayaan perempuan berbasis data dan kearifan lokal.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar program sektoral, melainkan investasi lintas generasi untuk mewujudkan keadilan sosial.

“Perempuan Papua bukan hanya pelengkap. Mereka adalah penjaga nilai-nilai, penggerak ekonomi adat, dan penenun ketahanan komunitas. Namun, terlalu banyak perempuan, terutama perempuan Orang Asli Papua masih menghadapi kendala struktural,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

Gubernur menekankan bahwa FGD ini dirancang sebagai “forum peradaban” untuk membingkai ulang narasi pembangunan yang selama ini dinilai terlalu maskulin dan elitis. Ia mendorong peserta untuk benar-benar mendengar suara perempuan yang kerap terpinggirkan.

“Kita datang bukan untuk menggugurkan kewajiban administratif, tetapi untuk belajar, mendengar, dan berkomitmen bahwa setiap perempuan di Papua Tengah memiliki hak yang sama untuk dihargai dan diberdayakan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan 3 landasan kebijakan daerah diantaranya;

1. Keadilan sosial harus hidup dalam setiap kebijakan.

2. Pemberdayaan perempuan adalah pondasi pembangunan jangka panjang.

3. Papua Tengah tidak akan benar-benar bangkit tanpa kepemimpinan perempuan di ruang-ruang perubahan.

FGD ini diharapkan dapat melahirkan gagasan, rekomendasi, dan desain program pemberdayaan yang lebih responsif dan bermartabat. Gubernur menegaskan pentingnya pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up) yang berakar dari realitas lapangan dan kearifan lokal, bukan hanya berbasis angka statistik.

“Forum ini harus melahirkan gagasan yang berakar dari realitas lapangan dan kearifan lokal—bukan hanya berbasis angka, tetapi demi martabat dan harapan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan pesan inspiratif tentang dampak pemberdayaan perempuan.

“Ketika 1 perempuan diberdayakan, maka 1 keluarga memiliki masa depan. Dan ketika perempuan Papua berdiri tegak, maka seluruh tanah Papua akan berjalan lebih jauh,” pungkasnya.

(Arianda)