Papua

Pokja Perempuan MRP Kunker Awasi Penyerapan Dana Otsus di Asmat

14
×

Pokja Perempuan MRP Kunker Awasi Penyerapan Dana Otsus di Asmat

Sebarkan artikel ini
Pokja Perempuan MRP foto bersama saat pertemuan dengan perwakilan perempuan di Agats, Kabupaten Asmat/ Dok. MRP
Pokja Perempuan MRP foto bersama saat pertemuan dengan perwakilan perempuan di Agats, Kabupaten Asmat/ Dok. MRP

Jayapura, Beritapapua.co – Majelis Rakyat Papua (MRP) melalui Pokja perempuan melakukan kunjungan kerja ke wilayah adat V Papua, HA – Anim di Agats, Kabupaten Asmat, Senin (24/5/2019).

Dalam rangka pengawasan dan pemantauan dana otonomi khusus (otsus) empat bidang prioritas dan fasilitas daya serap life skills, bagi perempuan orang asli Papua (OAP) pada lima wilayah adat provinsi Papua.

Pertemuannya dengan puluhan perempuan asli Asmat dipimpin oleh Felisitas Kabagaimu, diikuti dua orang lainnya Natalia Kalo dan Maria Rofek, selama lima hari (24 – 29 Mei 2019).

Pokja Perempuan MRP bersama Asisten II Kabupaten Asmat dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Asmat, melakukan tatap muka dan diskusi bersama perempuan asli Asmat, terkait penyerapan dan penggunaan dana otsus yang diperuntukkan bagi perempuan OAP.

Dalam pertemuannya Felisitas Kabagaimu mengatakan sejumlah peruntukan dana otsus yang telah dirasakan oleh perempuan asli Asmat, salah satunya terdapat dalam bidang kesehatan.

“Misalnya saja jika berobat ke rumah sakit atau puskesmas, perempuan di Asmat sudah tak perlu lagi mengeluarkan uang, alias gratis,” tutur Kabagaimu

Dalam bidang perkebunan, telah dilakukan pembinaan kepada perempuan OAP hingga ke kampung-kampung, untuk menanam sayur. Termasuk dalam bidang perikanan, masyarakat asli di Asmat diberikan bantuan jaring dan perlengkapan menangkap ikan lainya.

Menurutnya saat ini dana otsus yang dikelola Dinas Pemberdayaan Perempuan Asmat sekitar Rp 2 miliar. Tentu saja dana ini tak mencukupi untuk disalurkan kepada perempuan OAP yang tersebar pada 200-an kampung di Kabupaten Asmat.

Felisitas menjelaskan bahwa dari hasil pertemuan diketahui bahwa sebagian besar perempuan OAP di Asmat telah merasakan penyerapan dana otsus. Hanya saja dalam pertemuan itu, masih banyak perempuan OAP di Asmat belum memahami dana yang diberikan kepada dirinya bersumber dari  mana.

“Ini berarti kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah. Harusnya pemerintah melalui instansi terkait memberitahukan kepada masyarakat terkait penggunaan dana yang diturunkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Felisitas mengungkapkan bahwa dalam kasus gizi buruk yang pernah melanda Asmat, salah satunya dikarenakan minimnya anak-anak makan sayur.

“Ikan memang banyak, tapi sayur ini yang sangat minim di Asmat. Salah satu upaya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan adalah di beberapa kampung digunakan dana otsus untuk menanam sayur hidroponik,” ungkapnya.

MRP melalui Pokja Perempuan berharap dana otsus jangan berakhir untuk Papua dan harus tetap dilanjutkan, dengan melihat perkembangan dana otsus bagi perempuan khususnya di Asmat.

“Banyak mama-mama di kampung telah merasakan manfaat dana otsus. Walaupun belum seluruh kampung tersentuh. Karena dananya minim, maka satu distrik di wakili oleh satu kampung dalam penyerapan dana otsus bagi perempuan di Asmat,” beber Felisitas.

(Redaksi)