Jayapura, Beritapapua.co – Sejumlah kelompok masyarakat di Jayapura dan Papua menginginkan agar nama Jayapura diganti menjadi Numbay, Kota Numbay.
Apa alasannya? Adalah Marthin Matius Chaay kepala suku Chaay dari keondoafian Kajoe Pulo Kota Jayapura yang menginginkan nama Jayapura segera diganti dengan nama Numbay. Nama itu, menurut Marthin Matius Chay, mencerminkan karakter masyarakat di Port Numbay.
Memang, kata dia, nama ini pasti berbeda dengan suku-suku lain di Teluk Humbolt maupun Teluk Youtefa. “Tetapi nama khas kota ini perlu bagi masyarakat setempat,” katanya kepada Jubi, belum lama ini.
Marthin bercerita dulu pernah mantan Wali Kota Jayapura, MR Kambu, melakukan diskusi publik dan saat itu diusulkan nama Port Numbay dan Kota Tabi.
Saat itu, kata dia, banyak pihak menyetujui nama Port Numbay tetapi kata Port itu masih menggunakan bahasa asing sehingga sebaiknya Numbay saja.
Hal senada juga dikatakan Lucky Ireeuw, tokoh muda dari Teluk Youtefa. Bahwa nama Jayapura itu sebaiknya Numbay. Menurut Ireeuw memakai Port Numbay itu kesannya sangat politis sama dengan Port Villa di Vanuatu atau Port Moresby di PNG. “Port itu masih tergolong bahasa asing,” katanya kepada Jubi, di sela-sela semilola KPKC KLasis Port Numbay di Jayapura, belum lama ini.
Lebih lanjut Ireeuw juga setuju kalau nama jembatan yang melintasi Kampung Tobati dan Injros juga memakai nama lokal yaitu jembatan Youtefa sebagai penghormatan terhadap masyarakat di Teluk Youtefa.
Pendapat kedua tokoh muda dari Teluk Humbold dan Teluk Youtefa ini sangat penting. Apalagi mantan Wali Kota Jayapura, MR Kambu, pernah memprakarsai seminar dan sejumlah dosen dari Universitas Cenderawasih (Uncen) melakukan kajian terhadap nama Port Numbay di Jayapura pada 2010 lalu.
Konsultasi publik ketika itu yang diikuti oleh Lembaga Adat Masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh ada,t dan perwakilan akademisi.
Pertemuan tersebut memutuskan nama Port Numbay sebagai pengganti nama Kota Jayapura. Hanya saja realisasi nama ini sampai sekarang belum terwujud dan nama Kota Jayapura pun tetap masih disebut.
(Red/cp/jubi.co.id)











