Jayapura, Beritapapua.co — Pada momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-1, sekaligus dengan penyerahan SK DPD Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua (FSBDSOAP) untuk 10 Kabupaten/kota, FSBDSOAP akan mempersiapkan juru runding pada tingkat tripatri dalam rangka pembelaan hak-hak buruh OAP di Papua.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) FSBDSOAP, Kope Wenda saat perayaan HUT ke-FSBDSOAP, 19 November 2019, bertempat di sekretariat sementara Jalan Ifar Gunung, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.
Turut hadir dalam perayaan HUT ke- 1 FSBDSOAP ini juga para anggota DPR Papua dari kursi pengangkatan perwakilan lima wilayah adat yakni, Jhon Gobai, Yonas Nusy, John Wilil, Timotius Wakur, Piter Kwano, Yotam Bilasi, Eben Gebze, Arnold Walilo, Frits Tobo Wakasu, dan Yohanis Runsombre.
Menurut Kope Wenda bahwa selain membangun komunikasi dan kosultasi serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah yang tergabung pada tripatri, juga akan mendorong untuk pembentukan dewan pengupahan dan peradilan perburuhan.
“Jadi kehadiran FSBDSOAP untuk memberikan perlindungan kepada pekerja Asli Papua dalam mendapatkan hak-haknya. Selain itu, serikat pekerja orang asli Papua ini hadir mendukung visi misi Gubernur Papua yakni, Papua Bangkit Mandiri dan sejahtera yang Berkeadilan. Kami mendorong itu, ” jelasnya.
Kata Kope pihaknya akan terus melakukan konsolidasi untuk memperkuat posisi organisasi.
“Nantinya kader itu dipersiapkan dengan baik, sehingga memberikan suasana baru dalam pembelaan hak-hak buruh baik dalam dewan tripartit tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota juga dapat berkontribusi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen DPP FSBDSOAP, Klemens Samberbori mengatakan pada perayaan HUT ke-1 kali ini, pihaknya juga memberikan Surat Keputusan (SK) kepada sebanyak 10 pengurus DPD. Sementara 19 pengurus DPD FSBDSOAP lainnya tidak dapat hadir karena faktor sulitnya akses transportasi.
“Kebanyakan yang tidak dapat hadir dari wilayah adat Lapago, Meepago, Saireri sebagian. Kalau dari Mamta Tabi hanya DPD Sarmi yang tidak hadir,” katanya
Menurut Klemens saat ini pihaknya terus berupaya mempersiapkan berbagai keperluan karena ada 33 program yang akan disampaikan pihaknya saat Rapat Kerja (Raker) pada Januari 2020.
“Kami akan jabarkan program kerja itu. Misalnya pelatihan security, perhotelan, dan perbengkelan. Kami sedang menggenjot agar program ini bisa diakomodir saat raker nanti,” ucap klemens
Klemens mengharapkan pengurus DPD dapat melibatkan anggotanya untuk ambil bagian dalam berbagai pelatihan yang dilakukan di Balai Latihan BLK Provinsi Papua.
(Red/Adith)















