Karubaga, Beritapapua.com — Guna mengantisipasi dan atau menstabilkan lonjakan harga sembako menjelang Natal dan tahun baru, Pemkab Tolikara melalui instansi teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Tolikara mengelar pasar murah.
Pasar murah itu dipusatkan di empat titik pusat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, diawali dari Distrik Bokondini, dilanjukan di Distrik Karubaga, dan Distrik Kanggime serta Distrik Kembu di mamit.
Pasar murah ini digelar diempat titik itu, masing – masing selama dua bulan berturut – turut dimulai minggu ke tiga bulan November 2019 hingga usai minggu kedua bulan Desember 2019 pekan lalu.
Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE, M. Si diwakili Asisten 2 bidang ekonomi dan kesra DR. Edie Rante Tasak, MM usai penyerahan secara simbolis 9 bahan kebutuhan pokok di lapangan merah putih Karubaga, ibu kota Kab.Tolikara sabtu (14/12) pekan lalu mengatakan, pasar murah ini digelar sesuai dengan program Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo, SE, M. Si meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan menekan harga bahan pokok salah satunya dengan menggelar pasar murah di empat wilayah pusat pembangunan.
“pasar murah ini digelar untuk meringankan beban warga memenuhi kebutuhan pokok jelang natal dan tahun baru, selain itu untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok di kota Karubaga”. Ujar Asisten 2 Edie Rante Tasak.
Menurutnya yang dimaksud pasar murah adalah penjualan bahan kebutuhan pokok lebih murah dengan diskon sekira 50% dari harga toko maupun kios. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah guna meringankan beban warga khusus di daerah Tolikara, untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau warga berekonomi lemah.
Maka dari itu Asisten 2 Edie Rante Tasak berharap kepada semua warga Tolikara membeli barang murah ini sesuai kebutuhannya, tanpa memborong dengan niat jual kembali. Karenanya Dinas perindagkop sudah mengatur setiap orang datang membeli denga menyerahkan foto kopy KTP ditukar dengan kupon untuk memperoleh bama sesuai jumlah uang tertinggi perkeluarga dipatok minimal senilai 500 ribu.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi (Perindagkop) Imelyana Ayomi. SE mengakui pasar murah ini digelar sebagai salah satu bagian pelayanan kemasyarakatan untuk membantu masyarakat guna meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok dalam keluarga jelang natal dan tahun baru. Semua barang kebutuhan pokok dijual dengan harga jau lebih murah dari harga toko dengan diskon/potongan harga sekitar 50%.
“pasar murah digelar khusus untuk orang asli Papua OAP, karena sumber dana dari otsus karena itu bagi orang pendatang dilarang beli barang murah ini karena semua dana dari otsus diperuntukan hanya untuk OAP”. Beber kepala Dinas Imelda Ayomi.
Dikatakannya kami menetapkan prosedur penjualan dengan menyediakan kupon sesuai barang yang tersedia, setiap orang datang membeli dengan menyerahkan KTP ditukar dengan kupon dan kupon ini diberikan sesuai dengan permintaan pembeli tidak lebih dari sekira 500 ribu rupiah.
Menurut kepala Dinas ibu Imelda ayomi persediaan barang kebutuhan pokok dengan harga murah ini dipastikan mampu menjamin kebutuhan pokok seluruh warga Tolikara dari kota hingga di pelosok – pelosok. Sesuai data jumlah masyarakat berekonomi lemah di empat wilayah pusat pembagunan masing – masing sudah kalkulasikan dengan persediaan bapok sehingga mampu terlayani merata.
(red)











