Papua

Pemuda dan Mahasiswa Tabi Siap Deklarasi “Stop Jual Tanah Adat”

4
×

Pemuda dan Mahasiswa Tabi Siap Deklarasi “Stop Jual Tanah Adat”

Sebarkan artikel ini
Suasana Diskusi pilar pemuda mahasiswa Tabi bersama Bupati Jayapura Matius Awoitauw

Sentani, BeritaPapua.co — Menyikapi berbagai permasalahan Sosial yang terjadi di wilayah adat Tabi yang marak terjadi belakangan ini, membuat Ketua asosiasi Bupati se Tanah Tabi yang Juga Bupati Kabupaten Jayapura Matius Awaitouw, mengajak Pilar Pemuda Mahasiswa Tabi untuk berdialog mencari solusi.

Dialog berlangsung di Kediaman Bupati Jayapura Senin sore (13/7/2020) Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, diikuti beberapa Keterwakilan Pemuda dari 5 daerah Wilayah adat Tabi, seperti Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Sarmi, Keerom dan kabupaten Mamberamo raya.

Bupati Jayapura Matius Awoitauw, yang juga bertindak Sebagai Orang Tua dan Juga pembina, penasihat dari Pilar Pemuda dan Mahasiswa Tabi ini, memberi Masukan dan arahan-arahan terkait beberapa hal penting yang harus di perhatikan dan di kerjakan oleh para generasi penerus Tabi di Negerinya sendiri dalam menyongsong masa depan.

“Harus taat terhadap Protokol Kesehatan yang ditetapkan Pemerintah, agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona. Ini semua demi masa depan Tanah Tabi, karena pemuda harus dijaga dengan baik oleh  karena merupakan Tulang punggung masyarakat Tabi kedepannya,” pinta ketua DPW Nasdem Papua, Matius Awoitauw kepada Pemuda dan Mahasiswa Tabi.

Bupati Matius Awoitauw (kaos putih tengah) bersama pilar pemuda mahasiswa Tabi

Selanjutnya bupati kabupaten jayapura dua periode itu juga menekankan, menyangkut masalah Tanah adat atau Hak ulayat, Matius minta kepada Pemuda dan Mahasiswa menjadi motor penggerak agar agar ada suatu gerakan bersama dari semua unsur masyarakat adat Tabi.

“Dimana kedepannya mulai berhenti menjual tanah dan ini melibatkan semua Ondofolo, Ondoafi, kepala Suku, tokoh perempuan, serta pemuda mahasiswa agar mendeklarasikan gerakan stop jual tanah, khusus wilayah Tanah Tabi dan ini akan dibicarakan juga dengan beberapa kepala daerah lainnya,” tegas bupati matius.

“Agar orang muda Tabi supaya tidak terjebak dengan isu-isu yang muncul di berbagai media sosial terkait dukungan maupun penolakan terhadap Otsus, tetapi biarkan itu menjadi domain pemerintah, tuturnya.

Bupati Matius meminta agar pemuda dan mahasiswa membuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, orang tua dan masyarakat di kampung dimana ia berasal, supaya pembangunan dapat dinikmati banyak orang baik sekarang maupun generasi yang akan datang.

Ditempat yang sama, ketua Pilar Pemuda Mahasiswa Tabi Renaldi Tokoro mengatakan, bahwa Arahan Bupati Jayapura Matius Awoitauw sangat berharga, selaku ketua dirinya nya siap menindaklanjuti arahan dan nasihat dari Bupati Jayapura yang merupakan Orang tua dari para pemuda dan Mahasiswa Tabi.

“Pemuda dan Mahasiswa Tabi akan lakukan dari beberapa arahan bupati adalah Deklarasi stop menjual tanah di 5 kabupaten wilayah adat Tabi, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Mamberamo raya,” ujar Renaldi selaku ketua Pilar Pemuda Mahasiswa Tabi.

(Red)