Papua

Usman Wanimbo: Upacara HUT Ke-75 RI Dalam Covid-19 Momentum Kebangkitan

19
×

Usman Wanimbo: Upacara HUT Ke-75 RI Dalam Covid-19 Momentum Kebangkitan

Sebarkan artikel ini
Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo saat menjadi Inspektur upacara peringatan HUT ke 75 Proklamasi kemerdekaan RI

Karubaga, Beritapapua.co —  Perayaan Hari Ulang Tahun HUT Ke-75 Proklamasi Republik Indonesia RI biasanya digelar dengan meriah, baik di kota maupun di Pelosok – pelosok. Namun perayaan HUT Ke-75 kali ini berbeda dari biasanya, pasalnya Indonesia  masih dalam masa pandemi virus corona Covid-19 yang melanda dunia.

Kegiatan yang biasanya ramai atau meriah dengan pengumpulan massa dengan mengelar lomba – lomba,panjat pinang dan Karnaval, kegiatan serupa lainnya dan juga malam Darma Bakti sebelum 17 Agustus bahkan malam resepsi kenegaraan ditiadakan sebagai upaya pencegahan Virus Corona.

Guna mencegah penyebaran Covid-19, Kementerian Sekretariat Negara mengeluarkan Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Tahun 2020. Dalam surat bernomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020 itu, tertulis ada sejumlah perbedaan peringatan HUT ke-75 RI dengan tahun sebelumnya, termasuk upacara memperingati Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta.

“Upacara dilaksanakan secara sederhana, khidmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” Ujar Bupati Tolikara Usman G. Wanimbo dalam PidatoNya ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Merah Putih Karubaga, Senin 17 Agustus 2020 kemarin.

Upacara memperingati HUT ke-75 Indonesia di Tolikara di gelar di lapangan Merah Putih Karubaga senin (17/08/2020) dimulai pukul 9:00 WIT sebelum detik – detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta tampak tidak seramai tahun – tahun sebelumnya.

Peserta Upacara tercatat hanya puluhan Utusan ASN dan Siswa/i SD, SMP dan SMA serta Anggota TNI/POLRI, tidak ada masyarakat yang diundang.

Bupati Tolikara dalam pidatonya menjelaskan, Semestinya sejak 2 minggu yang lalu, berbagai lomba dan Karnaval memeriahkan HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI dengan penuh kerumunan dan kegembiraan.  Namun, semua yang sudah kita rencanakan tersebut harus berubah total. Semua ini tidak boleh mengurangi rasa syukur kita dalam memperingati 75 Tahun Indonesia Merdeka. Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19. Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal,13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 737 ribu jiwa.

“Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi negara kita masih plus 2,97%, tapi di kuartal kedua kita minus 5,32%,” Kata Bupati.

Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17%. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan,” pintanya.

Menurut Bupati Wanimbo momentum krisis ini untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini. Kita harus melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Kesiap-siagaan dan kecepatan kita diuji.Ketika krisis kesehatan tersebut berdampak pada perekonomian nasional, kita juga harus cepat bergerak: memberikan bantuan sosial bagi masyarakat melalui bantuan sembako, bansos tunai,Untuk itu semua, pemerintah cepat melakukan perubahan rumusan program; menyesuaikan program kerja dengan situasi terkini; melakukan realokasi anggaran dalam waktu singkat.

“Fleksibilitas yang tinggi dan birokrasi yang sederhana tidak bisa dipertukarkan dengan kepastian hukum, antikorupsi, dan demokrasi. Semua kebijakan harus mengedepankan ramah lingkungan dan perlindungan HAM. Kecepatan dan ketepatan tidak bisa dipertukarkan dengan kecerobohan dan kesewenang-wenangan,” Imbuhnya.

Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan merajut kebersamaat bagun Kabupaten Tolikara yang Maju,Unggul,dan Mandiri. Sesuai Visi dan Misi Kabupaten Tolikara dalam periode lima tahun ini.

“Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri. Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar” Bebernya.

Kita beruntung bahwa mayoritas rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik.

(Red)