Papua

Pengembangan Agrowisata di Tolikara terus digenjot

11
×

Pengembangan Agrowisata di Tolikara terus digenjot

Sebarkan artikel ini
Pengembangan Agrowisata di Tolikara
Foto bersama Asisten II Sekda Tolikara Yusak totok krido sasongko dan Kapolres Tolikara AKBP Takamuly didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan P. Latuconsina bersama jajaran Pemkab dan TNI/Polri menunjukkan olahan toli cofe di kampung Linggirame, Selasa (23/3)

BeritaPapua.co, Karubaga — Guna mendorong pengembangan sektor pertanian yang dipadukan dengan Pariwisata (Agrowisata) di seluruh kabupaten Tolikara dan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Bupati Tolikara, Usman Wanimbo kembangkan komoditas unggulan perkebunan.

Komoditas unggulannya seperti perkebunan Kopi, Jahe Merah, Nenas, Jeruk dan komoditas unggulan lokal lainnya disejumlah kampung potensial yang tersebar diseluruh Tolikara. Komoditas unggulan tersebut akan dikolaborasikan dengan potensi wisata di kampung.

Hal ini terlihat saat Kepala Dinas Pertanian, Palangsong Latuconsina mengelar acara ngopi pagi di Kampung agrowisata Linggirame, desa Ebenhaesar, distrik Karubaga, Tolikara, Selasa (23/3).

Terbukti dengan diproduksinya ramuan baru Kopi jahe merah yang menjadi produk unggulan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara. Selain itu beberapa komoditas unggulan telah di produksi Dinas terkait diantaranya minyak buah merah dan jus nenas serta jus jeruk dan ada beberapa komoditas unggulan yang terus dikembangkan Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara.

“Pertanian ini kita masyarakat kan lebih giat lagi dengan mengajak masyarakat menanam jahe merah kepada masyarakat yang gemar berkebun,” Ujar Asisten II Sekda Tolikara Yusak Toto Krido Sasongko.

Menurutnya komoditas unggulan lokal lain yang patut dikembangkan saat ini salah satunya singkong untuk makanan lokal yang bisa diolah menjadi tepung tapioka sama halnya dengan didaerah pesisir pantai adalah sagu karena makanan ini sangat cocok untuk anatomi tubuh orang Papua berbeda dengan orang Jawa, Sumatera, Sulawesi yang suka makan beras.

Dalam arahanya, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Tolikara, Palangsong Latuconsina menegaskan komiditi ekonomi yang sedang dikembangkan melalui agrobisnis dan agroindustri adalah kopi, jahe, buah merah, nenas dan jeruk, serta ubi jalar, singkong. Selain itu juga ternak babi, bahkan Perikanan dalam bentuk kolam.

“Potensi agrobisnis dan agroindustri di kolaborasikan dengan wisata yang disebut dengan agrowisata yang lebih tren saat ini. Karena itu kita mulai berkolaborasi antara pertanian dan peternakan dengan pariwisata seperti di kampung linggirame ini,” Imbuhnya.

Ia menegaskan, telah gelontorkan program satu keluarga memiliki kebun kopi 2 hektar. Dengan menanam 2 ribu pohon saja dalam jangkah waktu 3 sampai 4 tahun bisa menghasilkan milyaran rupiah. Karena umur panen kopi 2 tahun sudah berbuah,misalnya 1 pohon menghasilkan 3 kilo kali 2000 pohon sudah 6000 kilo atau 6 ton, misalnya kita jual satu bungkus kopi 75 ribu kali 5 bungkus sudah 325 ribu kali 6000 kilo atau 6 ton bisa dapat 1,8 milyar.

“coba bayangkan, kopi bisa berbuah 2 sampai 3 kali dalam setahun, komoditi kopi ini mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dalam keluarga”. Pintanya

Sementara itu, Kapolres Tolikara AKBP DR. Y. Takamuly pada kesempatan yang sama juga mengatakan kepolisian punya program Bimas Noken dengan kegiatan membagun kampung tangguh, sasaran kegiatan diantaranya pertanian, taman baca TK-PAUD, Peternakan dan Pariwisata. Kita sudah bangun kerjasama dengan Pemkab Tolikara terutama dinas terkait seperti dinas pertanian dan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memajukan pendidikan di Kampung.

“Saya harap dimasa pandemic ini pertanian melalui komoditas unggulan ini harus dikembangkan lebih serius,kita semua harus turun lapangan mendorong masyarakat rajin berkebun. Kami polres siap mendukung,” Kata Kapolres AKBP Takamuly.

Sementara itu Emas bogum Petani Kopi Kampung linggirame Desa Ebenhaesar distrik Karubaga Tolikara Papua mengatakan dataran Tolikara tanahnya subur, tanpa pupuk kita tanam apa saja tumbuh subur. Apalagi tanam bibit kopi pasti tumbuh subur, sebenarnya masyarakat Tolikara gemar bertani, sehingga digenjot menanam kopi tentu dengan penuh semagat menanam.

“Saya minta bantuan mesin pengilingan kopi bisa taru di sejumlah pusat perkebunan kopi,saya minta juga penyuluhan tentang pengolahan kopi digiatkan,” Ujarnya..

Pada acara tersebut,dinas pertanian dan perikanan juga menyuguhkan minuman toli coffee, roti ubi ungu, hasil olahan komoditas unggulan local Tolikara dan keripic kladi cakra minage hasil olahan pos TNI Minage Tolikara.

Untuk menuju kampung linggirame dari kota Karubaga ibukota Tolikara membutuhkan waktu sekira 10 menit, dalam perjalanan di kiri kanan jalan kita bisa lihat pemadangan alam dengan tanaman kopi, buah merah, nenas, jahe merah, tempat pemancingan ikan dan lainnya.

(Red)