Papua

BTM: Pendukung Persipura Tahan Diri dan Tidak Demonstrasi

15
×

BTM: Pendukung Persipura Tahan Diri dan Tidak Demonstrasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano

BeritaPapua.co, Jayapura — Penolakan KONI Papua untuk pemakaian lapangan Mandala sebagai Home base Persipura Jayapura di AFC kini mengundang kontra diantara para suporter Persipura Mania dan juga masyarakat Papua.

Dalam penolakan tersebut, pihak para suporter Persipura Mania dan pendukung Persipura lainnya berencana akan melakukan demonstrasi ke KONI Papua untuk mempertanyakan hal tersebut.

Namun berbeda dengan Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano memohon kepada pendukung Persipura untuk tidak melakukan unjuk rasa.

“Selaku Ketua Umum Persipura memohon agar seluruh suporter dan pecinta Persipura dapat menahan diri untuk tidak lakukan demo,” tegasnya.

BTM mengaku sangat memahami dan kekecewaan dari suporter dan juga pendukung Persipura lainnya.

“Saya sangat memahami apa yang dirasakan oleh suporter dan masyarakat pecinta Persipura, kita punya kesedihan yang sama, kita punya kekecewaan yang sama, kita juga sama-sama kaget dan heran atas keputusan itu,” ungkapnya.

Dia meminta kepada pendukung Persipura untuk tetap menahan diri dan tetap percaya pasti Tuhan punya rencana buat kita semua.

“Tetapi saya mohon dengan sangat kepada teman-teman untuk bisa menahan diri, kita semua anak-anak Tuhan, harus bisa menahan diri ya, saya yakin dan percaya Tuhan Kita sangat baik, Tuhan akan berikan jalan keluar untuk Persipura dan kita semua,” ujarnya.

Dengan pertimbangan suasana pandemi, puasa dan persiapan jelang PON, BTM meminta untuk menjaga suasana tetap dingin.

“Ada beberapa hal yang harus teman-teman dipertimbangkan untuk saat ini. kita masih dalam suasana pandemi covid19.Kita dalam suasana persiapan jelang PON, saudara-saudara kita yang muslim sedang beribadah puasa, mari kita jaga suasana ini untuk tetap dingin, demi kebaikan kita bersama, sekali lagi saya mohon kepada seluruh elemen suporter untuk tidak lakukan demo saat ini,” Bebernya.

BTM juga mengaku merasa tidak puas atas keputusan KONI yang dinilai mendadak dan tak memihak Persipura.

“Memang kita merasa janggal dengan keputusan KONI tersebut, karena sebelumnya sudah ada penyampaian ke kami kalau diijinkan, bahkan kami diminta untuk main di Stadion Lukas Enembe, dan tiba-tiba sekarang tidak diijinkan, dengan 2 (dua) alasan yang menurut kami kontradiktif, yang pertama sedang di rehab, yang kedua dipakai untuk latihan, loh sedang di rehab kok bisa dipakai latihan ? Dan juga selama dua minggu ini kan Persipura diijinkan latihan disana, selama latihan kami tidak lihat ada pekerjaan, yang kami tahu semua sudah tuntas, ini yang menurut kami juga aneh. Tetapi jangan kemudian kita marah dan ribut, jangan ya, kita sebagai manusia bisa sedih dan kecewa tapi saya minta tolong jangan ribut, mari kita tunjukkan bahwa kita cerdas dan punya kemampuan untuk mencari solusi tanpa keributan, saya minta teman-teman untuk tidak demo, kalau bisa silahkan dialogis, atau audiens dengan protokol kesehatan yang ketat, jangan ramai-ramai, kalau bisa beberapa perwakilan saja, kita harus tetap jaga citra baik karena kita adalah tuan rumah PON, kalau kita ribut terus, kontingen-kontingen yang mau datang nanti takut, khawatir dan tidak tenang, karena tuan rumah ribut terus, kita harus jaga suasana dan dinamika yang positif, kita harus berikan rasa percaya, rasa aman dan tentram untuk calon tamu – tamu kita di PON nanti,” ungkapnya

Selaku Walikota Jayapura, BTM tetap mendukung penyelenggaraan PON XX dan memastikan wilayah Kota Jayapura aman.

“Manajemen Persipura Jayapura pasti mendukung PON, saya ini Walikota Jayapura, saya tuan rumah disini, semua orang yang masuk wilayah ini adalah tamu saya, kalau kita ribut-ribut kan nanti kacau, kita juga yang malu, jangan lah, kita sebagai pimpinan juga jangan memperkeruh keadaan, mari kita lebih tenang dan berpikir baik,” ujarnya.

BTM menjelaskan bahwa hanya lapangan Mandala Jayapura saja yang didaftarkan ke AFC

“Sejujurnya kami juga tidak mau ganggu Mandala kalau ada alternatif lapangan lain, sayangnya tidak ada, sehingga Mandala yang kami daftarkan ke AFC, dan itu hanya untuk AFC saja, karena kami tidak mau ganggu PON, kami mau PON sukses, kami sudah pertimbangkan itu jauh – jauh hari, tapi kasus AFC ini kan beda, karena verifikasinya sangat ketat dan AFC tidak ada toleransi, jadi kita daftarkan Mandala karena sudah pernah lolos verifikasi AFC, dan hanya dipakai 2 (dua) hari saja yaitu 18 dan 19 Mei 2021. Kami juga yakin kalau AFC main di Mandala bisa jadi ajang promosi untuk PON Papua juga, karena ini skala internasional, gaungnya lebih besar,” pungkas Benhur Tomi Mano melalui rilis pesan WA secara resmi.

(Red)