Papua

Nelayan Papua Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah, Minta Dukungan KADIN

25
×

Nelayan Papua Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah, Minta Dukungan KADIN

Sebarkan artikel ini
Ratusan aksi Nelayan asli Papua menyampaikan aspirasi mereka di kantor KADIN Papua

BeritaPapua.co, Jayapura — Aksi ratusan Nelayan Orang Asli Papua yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Papua Mandiri melakukan aksi Demo damai mendatangi Kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Papua, di  Ruko Dok II Jayapura, Senin (19/04/).

Dalam aksi demo damai, mereka meminta dukungan dari KADIN untuk menyampaikan kekecewaan terhadap pemerintah daerah terkait nasib mereka sebagai nelayan orang asli Papua yang kurang mendapat perhatian.

“Kedatangan kami nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan Papua Mandiri ini berharap aspirasi yang kami sampaikan ke Kadin bisa didengar oleh Pemerintah,” Ujar Amos K. Woru, Ketua Koperasi Nelayan Papua Mandiri.

Selaku Kordinator aksi demo, Amos Woru juga menyampaikan kekecewaan mereka yang mana selama dana Otonomi Khusus bergulir tidak mendapat perhatian.

“Kurangnya perhatian pemerintah terhadap nelayan orang asli Papua. Selama Otsus berjalan ini, sudah mau Dua Puluh (20) tahun ini, bahkan sudah mau berakhir,” Pungkasnya.

Menurutnya, karena kurangnya perhatian dari pemerintah berdampak bagi mereka nelayan asli Papua, sehinga terjadi perbedaan dengan nelayan masyarakat Nusantara.

“Karena nelayan (asli Papua) yang tangkap ikan dari laut, kadang dengan jumlah yang banyak, empat sampai lima ton, nilai beli mereka rendah. Beda jauh dengan saudara-saudara kita nelayan nusantara,” Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Perikanan Pemerintah Kota Jayapura dan Provinsi Papua pernah mengunjungi tempat para nelayan OAP di pasar perikanan Hamadi dan saat itulah mengusulkan sejumlah armada namun sampai sekarang tidak ada jawaban.

Lanjutnya, Padahal jika pemerintah memenuhi armada yang diinginkan nelayan OAP maka hasil tangkapan ikan bisa ditampung dan dikirim ke Market atau pasar yang sudah ditentukan.

Menurut Amos, Hasil tangkap para nelayan Papua juga bisa di eksport keluar negeri namun terkendala dalam penjualan karena tidak ada perhatian dari pemerintah daerah dan pihat terkait.

“Selama tiga tahun koperasi ini berjalan kita kelola ikan Tuna. Hanya saja, yang menjadi kendala kami bagian pasaran. Padahal setiap kami nelayan menangkap ikan dari laut mencapai 10 sampai 20 Ton, namun kami hanya stagnan karena tidak ada perhatian dari pemerintah,” bebernya.

 (Red)