BeritaPapua.co, Jayapura — Bangun Sinergitas terhapap pertumbuhan ekonomi di Papua, Sekda Provinsi Papua gandeng Bank Indonesia, OJK dan Kanwil DJPB melakukan pertemuan di gedung Sasana Karya kantor Gubernur provinsi Papua, Rabu (14/4).
Sekertaris Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy mengatakan tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk membangun sinergitas pemerintah dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
“Kita membangun sinergitas pemerintah daerah terhadap pergerakan ekonomi yang ada di masyarakat itu tujuan kita, Untuk menghidupkan pergerakan ekonomi masyarakat,” Ungkapnya usai pertemuan.
Ia mengaku akan terus mendorong tiap-tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk dapat memahami administrasi penyerapan keuangan.
“Jadi itu yang saya dorong OPD untuk kelihatan harus lebih paham administrasinya supaya proses keuangannya,” Ujar Flassy.
Sementara itu, Kementerian Keuangan RI kantor Wilayah Ditjen PBN Provinsi Maluku, Burhani A. S menekankan bahwa untuk penyerapan dana transfer ke daerah masih dibawah 15 persen sehingga pihaknya mendorong pemerintah untuk berkordinasi dengan pihak OPD.
“Kami dari Kementerian Keuangan menekankan penyerapan anggaran khususnya dana-dana transfer ke daerah dan dana desa yang memang realisasinya masih dibawah 15 persen. Jadi kami sangat mendorong bapak sekda untuk mengkoordinasikan dengan OPD-OPD terkait,” Ungkapnya.
Daya serap untuk OPD yang bersumber dari dana APBN, Burhani menjelaskan untuk triwulan 1 masih 15 persen sedangkan triwulan 2 harus mencapai 40 persen. Ia berjanji akan terus mendorong penyerapan anggaran tersebut.
“Sedangkan target nasional itu, triwulan pertama itu paling tidak 15 persen, triwulan kedua 40 persen. Nah itu yang kita dorong bisa ditutupi di triwulan kedua,” Tuturnya.
Sedangkan pihak Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adolof Fictor Tunggul. S mengatakan pentingnya peran serta pihaknya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Papua agar berkembang dari daerah lain.
“Sekarang 15 persen meningkat, terus membaik tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi, sehingga ekonomi juga di Papua khusunya, berjalan dan terjaga dan berkembang dibandingkan daerah lain,” Ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tagor Sinaga mengatakan pihaknya memiliki program jangka menengah panjang untuk dalam menjamin stabilitas harga barang, ketersedian pasokan dan kelancaran distribusi barang untuk pemulihan ekonomi di Papua.
“Program secara jangka menengah panjang yang kita sebutkan dengan Pace Juara (Pengendalian Cepat Menuju Papua Satu Harga) dalam konteks bagaiman kita menjamin keterjangkauan harga, bagaimana ketersediaan pasokan, bagaimana kelancaran distribusi,” Ungkapnya.
(Red)











