BeritaPapua.co, Jayapura — Gabungan Nelayan Orang Asli Papua (GANOAP) setelah, Senin (10/5) tak bisa bertemu Sekda Papua, akhirnya pada hari Selasa (11/5) mereka bisa bertemu dengan membahas dua agenda dalam demo mereka.
Pertemuan Gabungan Nelayan Asli Papua diminta perwakilan hanya 5 orang yang akan sampaikan aspirasi mereka kepada Sekda Papua, Dance Yulian Flassy.
“Masalah Perda tentang perlindungan nelayan yang kami sudah dorong ke DPR, sampai sekarang masih menunggu dikeluarkan nomor Perdanya, akan ditindak lanjuti Sekda bersama biro hukum. Akan dibahas bersama untuk ditetapkan,” Hal itu dikatakan Koordinator Gabungan Nelayan, Amos K. Woru, Selasa (4/5) Usai bertemu Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua diruang kerjanya.
Terkait kepala dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua yang diminta oleh Gabungan Nelayan OAP Sekda, Amos mengatakan Sekda tetap menunggu keputusan dari Gubernur Papua.
“Masalah kepala dinas perikanan orang asli Papua tadi kami sudah mendengar dari pak sekda bahwa itu akan dibicarakan bersama dengan pimpinan tertinggi yaitu gubernur Papua,” Ujarnya.
Woru juga meminta kepada Sekda agar pihak ketiga yang harus mengelola (Pangkalan Pendaratan Ikan) PPI Hamadi.
“Masalah keberpihakan tentang orang asli Papua. Itu masalah pemberdayaan itu kalau bisa pihak ketiga yang masuk mengelola PPI Hamadi,”
Sementara itu, staf ahli Gubernur Papua, Hosea Murib mengatakan telah menerima aspirasi Nelayan
“Pada prinsipnya Sekda sudah terima,” Ujarnya.
Namun terkait pertemuan antara nelayan OAP dan Sekda Papua, pihak para nelayan masih menunggu keputusan terkait agenda mereka dan masih belum puas terkait pertemuan itu
(Red)











