BeritaPapua.co, Jayapura — Rapat Paripurna penyampaian berhalangan tetap bagi Alm. Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal telah menjadi polemik yang ramai diperdebatkan, Ketua DPR Papua menjelaskan bahwa proses pergantian kursi Wakil Gurbernur akan dimulai pada minggu kedua bulan Juli setelah 40 hari kematiannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Johny Banua Rouw selaku Ketua DPR Papua usai pembukaan Penataran dan Sertifikasi Juri Licensi “C” Nasional, Pengprov Perbakin Papua di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (17/6)
Johny menjelaskan bahwa berdasarkan undang-undang bahwa jika seorang pejabat meninggal dunia. Harus dilakukan dalam rapat paripurna untuk mengumumkan bahwa yang bersangkutan berhalangan tetap.
“Kami DPRP telah menerima surat dari Mendagri dalam hal ini Dirijen Otda memerintahkan Kami untuk melakukan rapat Paripurna berhalangan tetap,” Ujarnya.
Sehingga Ketua DPR Papua memimpin rapat mengundang seluruh pimpinan Fraksi untuk berdiskusi sehingga kami menyepakati untuk menunda sampai dengan 40 Hari setelah meningalnya Alm. Klemen Tinal.
“Sesuai mekanisme Dewan, ada surat yang masuk harus kita jawab surat ini. Dasar membuat surat apa, saya harus membuat Bamus untuk memutuskan bahwa kami meminta karena kearifan lokal kami minta proses ini akan dilakukan setelah 40 hari,” Jelas Johny
Johny menjelaskan bahwa pihaknya membentuk Pansus karena DPRP diberikan amanat bahwa Pemilu harus didaftarkan di DPRP melalui Partai Koalisi yang mengusulkan 2 nama kemudian melakukan verifikasi dilanjutkan ke MRP mengenai orang asli Papua (OAP) dan dikembalikan ke DPRP.
“Maka DPRP harus membentuk Pansus harus di dalam Bamus. Karena rujukannya Bamus, poses pansus bekerja itu membutuhkan waktu dan tahapan yang cukup panjang, mengingat agenda DPRP pada tanggal 22 samapai Minggu pertama bulan Juni itu kita Reses,” Ujarnya
DPR Papua menargetkan tahapan proses pergantian akan dimulai pada Minggu kedua bulan Juli, sehingga Johny berharap bisa sesuai dengan Schedule dan tidak lewat dari satu setengah tahun sesuai peraturan yang berlaku.
“Saya secara pribadi sangat kehilangan Alm.Klemen Tinal karena beliau bukan hanya seorang Wagub tapi seorang Sahabat dekat saya,” Ungkapnya
Ia juga menjelaskan pihaknya butuh pemimpin yang bisa mendampingi Gubernur Papua untuk membantu beliau menjalankan tugas dan tanggung jawab serta menyelesaikan visi misi besar dalam membangun Papua.
(RT)











