BeritaPapua.co, Waropen — Gerakan masyarakat peduli pembangunan Waropen (Gempa) menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga GKI di tanah Papua atas pernyataan yang disampaikan pada saat audensi di DPRD Waropen pada tanggal (5/8) lalu, dimana pada aksi itu Gempa Waropen menyampaikan stetmen penolakan pelaksanaan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua ke VIII di Waropen.
Permintaan maaf ini pun disampaikan saat mediasi antara Gempa Waropen dengan badan pekerja AM Sinode GKI Wilayah 4 dan Klasis Wopen yang di gelar di Gedung Pertemuan Polres Waropen, Jumat (6/8/2021).
“Dengan ini kami Tim Gempa Waropen meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas kesilapan dalam kata-kata yang menyinggung dan melukai segenap warga GKI di tanah Papua,” Ucap ketua Gempa Waropen Yohanis Wonatorei, dimana menurutnya penyampaian stetmen penolakan itu semata-mata untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.
Yohanis Juga mengutarakan bahwa pihaknya akan melakukan aksi serupa namun berisi permohonan maaf dan dukungan pelaksanaan sidang Sinode GKI ke VIII di Kabupaten Waropen hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan stetmen sebelumnya.
“Kami juga akan melakukan aksi seperti permintaan klasis GKI di Kabupaten Waropen dalam aksi yang sama melakukan spanduk di tempat terbuka dan melakukan permohonan maaf kepada GKI di tanah papua dan mendukung sidang Sinode yang dilaksanakan di kabupaten Waropen,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Pimpinan BP-AM Sinode GKI Wilayah 4 Pdt. Handre Kakiyai yang turut dalam mediasi menyampaikan bahwa setelah melakukan pembicaraan dan klarifikasi pihaknya menerima permintaan maaf Gempa Waropen.
“Kami sudah bicara dan klarifikasi semua hal terkait aksi yang disampaikan kami menerima permohonan maaf Karena kami tau sesungguhnya maksud mereka baik dan tidak menolak sidang sinode, karena sidang sinode ini adalah pesta iman tertinggi di tanah Papua dan itu sudah menjadi keputusan kami, bahwa sidang ini adalah harkat dan martabat seluruh orang di Waropen dalam momen yang besar itu,” ujarnya.
Pdt Kakiyai juga menyampaikan permintaan maaf apabila banyak Jemaat GKI yang mungkin menyakiti Gempa Waropen di media Sosial atas stemen tersebut dan mengajak semua pihak untuk mensukseskan sidang Sinode ke VIII di Waropen yang akan dilaksakan pada tahun 2022 mendatang.
Sementara itu Kapolda Papua melalui Kapolres Waropen AKBP Naharuddin menyampaikan terimakasih atas mediasi yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, dimana pada mediasi tersebut kedua belah pihak dapat saling terbuka dan menanggapi permasalahan dengan lapang dada.
Kapolres meminta agar situasi kemanan di Kabupaten Waropen untuk sama-sama menjaga dan Ia pun mengajak mensukseskan sidang lima tahunan itu.
“Bahwa permasalahan ini sudah selesai maka mari kita bersama-sama mensukseskan sidang sinode yang akan datang,” tutupnya.
(Chard)











