Papua

Milenial Dukung Kenius Kogoya Jadi Calon Wakil Gubernur Papua

165
×

Milenial Dukung Kenius Kogoya Jadi Calon Wakil Gubernur Papua

Sebarkan artikel ini

BeritaPapua.co, Jayapura — Generasi Muda Papua yang tergabung di dalam Papua Milenial Community (PMC) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Papua lantaran salah satu dari kedua calon yang ditetapkan sebagai calon wakil gubernur Papua ada sosok yang mewakili kaum milenial yaitu Kenius Kogoya.

“Tongkat estafet kepemimpinan untuk Papua sudah seharusnya dimulai dari sekarang. Apalagi seorang Tokoh disandingkan dengan seorang Milenial tentu akan memberikan dampak yang luar biasa,” pungkas Refa Hesegem selaku Ketua Papua Milenial Community (PMC) saat memberi keterangan kepada awak media di Kota Jayapura, Selasa (17/8) sore.

Refa mengungkapkan bahwa masuk Kenius Kogoya dalam bursa Cawagub memberikan angin segar kepada milenial.

“Masuknya nama Bapak Kenius Kogoya dalam bursa Calon Wakil Gubernur Papua tentu memberikan angin segar bagi kaum milenial Papua. Selama ini situasi seakan dikondisikan bahwa hanya para tokoh-tokoh masyarakat yang bisa masuk berlaga untuk menduduki jabatan Bupati dan Gubernur. Padahal, banyak generasi muda Papua yang punya potensi baik dibidang Politik, ekonomi, dunia usaha, dan lainnya yang tidak mendapat kesempatan,” Ujarnya.

Dengan masuknya Kenius Kogoya, menurutnya Papua membutuhkan seorang milenial yang dapat mengimbangi perkembangan zaman.

“Papua besar dengan segala kompleksitas permasalahan yang ada, butuh hadirnya generasi milenial yang melek teknologi, politik dan juga perkembangan zaman agar mengimbangi perkembangan zaman,” tukas Refa.

Dinamika yang terjadi pada penentuan nama cawagub, Refa Hesegem meminta Koalisi segera menetapkan 2 nama cawagub tersebut.

“Melihat dinamika politik yang terjadi di Papua dalam hal ini kekosongan seorang Wakil Gubernur yang akan mendampingi Gubernur Bapak Lukas Enembe segera ditetapkan oleh Parpol Koalisi dengan bijak dengan mengesampingkan kepentingan kelompok. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan yaitu hari Rabu tanggal 18 Agustus 2018 besok adalah keputusan final untuk kedua nama yang sudah ditetapkan oleh Bapak Gubernur Lukas Enembe yaitu Bapak Yunus Wonda dan Bapak Kenius Kogoya,” tandasnya.

Ia berharap manufer-manufer politik jangan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Kami berharap agar tidak ada manufer-manufer politik yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan atau kelompok tertentu, sementara kepentingan Papua dikesampingkan, oleh sebab itu apa yang telah diputuskan, jangan ada pimpinan parpol yang masih mau memanufer lagi untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu,” pintanya.

Lanjut Kata Refa, nama Kenius Kogoya dan Yunus Wonda terpilih sudah melalui pertimbangan dari Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“2 nama yang telah disetujui oleh Bapak Gubernur tersebut dipandang layak dan tentunya sudah melalui pertimbangan yang matang dari Gubernur, terutama menyangkut aspek kesehatian didalam menjalankan roda pemerintahan nanti. Memang jika kita mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Pasal 26 Ayat (6) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan Pengesahan Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah terdapat multitafsir yang mengakibatkan terjadinya perdebatan, akan tetapi jika kita mempunyai Etika Berkoalisi dan Etika Politik dan mau jujur kepada diri kita dan Papua, dari 9 Parpol Pengusung Pasangan LUKMEN Jilid 2,  bapak. Kenius Kogoya mendapat dukungan dari 4 Partai Pengusung maka baik Parpol Koalisi maupun DPRP nantinya tidak membuat molor waktu yang ditetapkan dengan dalil apapun,” beber Reva Hesegem.

Refa menambah bahwa para kaum milenial akan terus mengawal proses PAW cawagub sampai dengan terpilihnya menjadi wakil gubernur definitif sehingga dapat membantu Gubernur Lukas Enembe menyelesaikan sisa pemerintahan yang akan berakhir pada tahun 2023 nantinya.

(RT)