BeritaPapua.co, Supiori — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Supiori, Roberth Amahorseya meminta kepada seluruh OPD di lingkungan Pemda Kabupaten Supiori sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam hal pengadaan barang dan jasa agar memperhatikan dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk Pengusaha Asli Papua khususnya Pengusaha Lokal di Kabupaten Supiori.
“Selama ini banyak keluhan dari pengusaha lokal di Supiori tentang pembagian paket pekerjaan yang tidak adil dan merata serta tidak adanya transparansi kepada pengusaha lokal,” ujar Roberth Amahorseya melalui pers rilisnya di chat WhatsApp yang diterima redaksi BeritaPapua.co, Selasa (18/1/22) malam.
Selaku ketua KADIN, dia menghimbau agar di tahun 2022 pengusaha asli Supiori dapat diberdayakan supaya bisa sejajar dengan pengusaha lainnya.
“Kebanyakan mereka di anak tirikan sehingga kami menghimbau agar tahun 2022 ini ada pembagian yang merata sehingga pengusaha asli Supiori bisa sejajar dengan pengusaha lainnya,” tandasnya.
Robert juga mengungkapkan ada sejumlah ASN dilingkungan Pemda Supiori yang menggunakan nama asli penduduk setempat untuk dijadikan sebagai direktur perusahaan untuk dikelola sendiri.
“Saya sudah banyak temui di lapangan bahwa ada banyak oknum ASN yang menggunakan Nama Penduduk Asli Supiori sebagai Direktur di Perusahaan tetapi yang mengelola perusahaan tersebut adalah para ASN ini sendiri.
“Untuk itu sekali lagi dengan tegas kami menghimbau agar stop curi APBD atas nama OAP terima kasih,” tegas Amahorseya.
(RT)











