BeritaPapua.co, Jayapura — Polemik pemilihan wakil gubernur (Wagub) Papua yang sampai saat ini masih sedang berjalan namun hal itu belum menunjukkan tanda-tanda bahwa proses sedang berlangsung.
Beberapa tokoh pemuda Papua mulai angkat bicara terkait proses tersebut dan ingin tahu kejelasan dari pihak koalisi Lukmen jilid ll serta pihak DPR Papua sejauh mana proses PAW Wagub berjalan.
Salah satu tokoh pemuda Papua, Benyamin Gurik mengatakan bahwa sampai hari ini masyarakat Papua belum diberikan kepastian proses pemilihan Wagub Papua.
“Demikian kita ketahui gubernur Papua sudah memutuskan 2 nama untuk diajukan dalam pemilihan wakil gubernur belakangan keputusan terhadap 2 nama itu timbul lagi dibelakang ada polemik yang berkembang soal itu sah, itu tidak sah,” tegas Gurik kepada awak media BeritaPapua.co di Jayapura, Minggu (30/1/22).
Gurik juga menyampaikan bahwa belum niat baik dari pihak yang terlibat, baik dari partai politik yang ada dalam koalisi dan oknum-oknum tertentu yang ada di DPR Papua.
“Kami juga melihat DPR Papua belum mengambil langkah-langkah strategis termasuk belum sampai hari ini kami mendengar tentang ketua DPRP bersama wakil-wakil ketua atau unsur pimpinan di DPRP membuat langkah-langkah strategis. Yang kami harapkan seharusnya sudah ada. Misalnya membentuk pansus tapi sampai hari ini tidak ada kejelasan,” pungkasnya.
Ia meminta kepada semua pihak ditingkat provinsi maupun pusat untuk segera membuat langkah-langkah konkrit untuk segera memperjelas penyebab sampai hari ini tahapan pemilihan Wagub tidak terlaksana dengan baik.
“Kami meminta kepada pemerintah pusat baik menteri dalam negeri, Menkopolhukam dan kami meminta kepada bapak presiden, wakil presiden untuk segera mengambil langkah-langkah strategis,” tandasnya.
Gurik juga menegaskan akan mengawal proses ini dan dalam beberapa waktu kedepan dan juga akan datang mempertanyakan kepada seluruh pihak-pihak terkait.
“Kalo ada kami temukan pihak-pihak di Papua sini, di partai politik atau di DPR yang menghalang-halangi atau menghambat proses ini kami akan mengerahkan seluruh rakyat Papua untuk menghentikan proses agenda-agenda pemerintahan di Papua,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda, Yansen Karet mengatakan hal tersebut kini menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat Papua sejak meninggalnya Wagub Papua.
Dia juga meminta agar presiden segera mengeluarkan surat keputusan untuk menjadi rujukan teknis agar pihak DPRP segera membentuk Pansus.
“Proses ini semakin Berlarut-larut. Sampai sejauh ini tidak ada kejelasan dengan mekanisme dan tahapan yang dilaksanakan,” sesal Yanses.
Yansen juga menyampaikan bahwa pihak DPR Papua harus bertanggung jawab, harus jujur sampaikan terbuka kepada masyarakat Papua tentang proses dan mekanisme dan tahapan tersebut.
Salah satu tokoh pemuda Papua, Berius Kogoya juga mempertanyakan perkembangan pengisian kursi Wagub Papua dan juga Ia meminta kepada pihak DPR Papua untuk memberikan penjelasan tersebut kepada seluruh masyarakat Papua.
“Kepada koalisi tolong berikan penjelasan perkembangan terakhir, kira-kira sampai dimana proses tentang pengusulan atau proses yang berjalan sampai dimana, kami mohon untuk koalisi berikan penjelasan kepada publik Papua agar seluruh Papua tidak terjadi kebingungan,” bebernya.
Kogoya menyampaikan bahwa dinamika yang semakin Berlarut-larut tanpa kejelasan ini juga menyebabkan pak gubernur tambah semakin sakit.
“Dia harus berfikir konsentrasi untuk kesehatan atau dia harus berfikir konsentrasi untuk masalah pembangunan Papua. Mari kita tolong pak gubernur yang berjasa besar untuk Papua ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu tokoh pemuda Papua, Elki Jigwa meminta kepada pemerintah pusat agar mempercepat proses penetapan Wagub Papua.
“Untuk sementara diutamakan hal-hal yang dianggap mendasar sekali terutama dalam hal ini mempercepat proses penetapan wakil gubernur,” tegasnya.
Sementara itu, Desmon Wanimbo selaku salah satu tokoh pemuda juga mengatakan proses tersebut jangan dianggap biasa-biasa saja, Tetapi mari lihat bahwa gubernur sedang membutuhkan penolong.
Ia juga mempertanyakan peran dari ketua koalisi Lukmen jilid ll karena dinilai proses tersebut tidak dikawal secara baik
“Mempertanyakan peran dari ketua koalisi dalam mengawal ini seakan hanya pembiaran, perlu diketahui bahwa proses ini tidak dikawal,” tegasnya.
Dia berharap kepada ketua koalisi dalam melakukan pengawalan dengan pihak DPRP untuk tetap menggunakan hati nurani.
“Kasihan juga kalau bapak gubernur berjalan sendiri, repot kita harus lihat sjsi hati nurani,” pungkasnya.
“Proses yang kami sampaikan untuk tidak dilanjutkan kami akan turun dengan kekuatan yang berbeda juga. Karena hari ini adalah awal aksi, awal penyampaian kepada publik bahwa pemuda Papua tidak diam. Kami akan terus mengawal sampai hari ini,” tegas Wanimbo
(RT)











