BeritaPapua.co, Sentani — Guna menunjang pelaksanaan pembangun daerah di masa transisi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura sedang menyusun sebuah dokumen Rencana Pembangunan Daerah Tahun (RPDT) 2023 – 2026.
“Untuk menjawab kebutuhan pembangunan di masa transisi nanti, maka dokumen RPDT ini wajib kami susun. Sehingga, Plt Bupati yang ditunjuk pada masa transisi itu dapat menjalankan program berdasarkan RPDT 2023-2026,” ujar Kepada Bappeda Kabupaten Jayapura, Parson Horota kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (24/01/2022) kemarin.
Dikatakan, RPDT yang disusun pihaknya telah mengakomodir apa yang sudah diusulkan dalam Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dengan indikatornya adalah IPM , PB, Generasio, pengangguran, kemiskinan, reformasi birokrasi, indeks kerawanan bencana, dan distrik membangun membangun distrik.
Menurutnya, penyusunan dokumen RPDT 2023 –2026 dan sejumlah dokumen perencanaan pembangunan lainnya menjadi prioritas pencapaian yang ditetapkan oleh pihaknya untuk di capai atau dikerjakan pada tahun 2022 ini.
“Kami sedang susun 5 dokumen yakni, RIPPP yang sesuai target akan kami selesaikan pada tanggal 15 Februari karena pada tanggal tersebut akan ada Pepres yang dikeluarkan dipusat, tapi kami sedang upayakan supaya akhir Januari menyusunnya sudah selesai. Selain RIPPP kami juga susun RPDT 2023 – 2026, kami juga susun Renstra perangkat daerah, RKPD dan pelaksanaan Musrembang ,” jelasnya.
Sementara disinggung mengenai capaian program di tahun 2021 lalu, Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura ini memaparkan bahwa secara keseluruhan semua program telah terlaksana dengan baik dan hampir 100 % telah selesai.
Sedangkan di bagian realisasi program tidak mencapai 100 % tetapi baru mencapai 85 %. Hal in di karenakan banyak yang dirubah, banyak kegiatan yang harus di pending akibat adanya pandemi covid- 19. Sehingga pihaknya telah melakukan perubahan-perubahan yang dari dana dan fisik dialihkan ke penanganan covid- 19.
(YFT)











