BeritaPapua.co, Jayapura — Perdana Menteri (PM) Papua Nugini, James Marape mendorong agar warga negaranya dapat melanjutkan pendidikan di Internasional University of Papua (IUP) di Jayapura.
Respon positif dan dukungan kepada IUP dari PM PNG dikemukakan dalam sambutannya Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Kepresidenan RI Bogor 31 Maret 2022 lalu.
Setelah mendapatkan izin pendirian dari KEMENRISTEKDIKTI Republik Indonesia Februari lalu di Jayapura, PM PNG bersama Founder IUP membahas mengenai perkuliahan bersama rombongan utusan Israel di Port Moresby, Papua Nugini pada 2 November 2022.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi PNG seperti Menteri Pertanian, Menteri pertambangan, Menteri Luar Negeri, Menteri Perikanan & Kelautan dan Anggota Parlemen Dapil Vanimo Green yang juga sekaligus sebagai Ketua Komisi Parlemen PNG Bidang Perbatasan dan Keamanan, Hon. Belden Namah, MP.
Marape mengapresiasi Langkah yang ditempuh oleh Samuel Tabuni bersama seluruh tim yang telah berupaya keras membangun universitas bertaraf internasional pertama di Tanah Papua, yang harapannya dapat turut memfasilitasi warga negara PNG yang berada di daerah-daerah perbatasan dengan Indonesia, dalam mengakses pendidikan di Indonesia melalui IUP di Jayapura.
PM PNG juga menyampaikan bahwa perlu belajar banyak dari Indonesia sehingga mendorong warganya juga untuk belajar bahasa Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan tinggi di Indonesia termasuk bekerja.
Founder IUP, Samuel Tabuni menyatakan bahwa, ia akan mengirim dan membiayai 50-100 orang anak yang diseleksi dari 3 sekolah yang berada di Vanimo, untuk melanjutkan studi S1 di IUP.
Selain itu ia juga berencana mengirimkan dan 25-50 guru muda dari Provinsi West Sepik untuk belajar bahasa Russia di Papua Language Institute (PLI), guna persiapan studi lanjut master dan doktor melalui program beasiswa, program kerjasama Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta dengan PLI untuk tahun 2023 mendatang. Selain itu, ia pun berharap dalam waktu dekat dapat dilakukan MOU antara University of Goroka (UoG) dengan International University of Papua (IUP) untuk program belajar bahasa Indonesia jarak jauh.
“Semoga dengan adanya IUP di jayapura, masyarakat PNG yang berada di daerah dekat perbatasan dengan Indonesia dapat mengakses pendidikan tinggi di universitas yang kami dirikan ini. Dengan bahasa pengantar kuliah yang adalah Bahasa Inggris tentu akan sangat menolong masyarakat PNG yang bahasa hari-harinya adalah Bahasa Pidgin dan Bahasa Inggris. Dengan telah dibukanya kembali gerbang batas antara Indonesia dan PNG, saya berharap tahun depan para calon mahasiswa asal PNG sudah dapat bergabung bersama kami di IUP,” ujar Samuel Tabuni, Sabtu (5/11/22) dalam press release yang saat ini masih berada di Port Moresby.
Ia juga menyampaikan bahwa, ia berharap ke depan bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Pidgin dapat menjadi bahasa hari-hari masyarakat yang ada di Pasifik, Melanesia, dan Indonesia.
Menurutnya hal ini akan memudahkan proses kerjasama di berbagai sektor dalam usaha membangun SDM di wilayahnya masing-masing menjadi masyarakat yang maju, berkembang dan modern dengan tetap terikat pada akar budayanya masing-masing yang unik.
Sebagaimana kita ketahui bersama pada 24 oktober 2022 lalu, perbatasan Indonesia-PNG di Wutung secara resmi telah di buka kembali.
Pembukaan kembali Pos tersebut ditandai dengan pembukaan gembok pagar batas di Pos Perbatasan Wutung oleh Gubernur West Sepik Tony Wouwou, MP dan Anggota Parlemen Dapil Vanimo Green yang juga sekaligus sebagai Ketua Komisi Parlemen PNG Bidang Perbatasan dan Keamanan, Hon. Belden Namah, MP dengan disaksikan langsung oleh Dirjen Imigrasi PNG dan pejabat perbatasan kedua negara.
(RT)











