BeritaPapua.co, Jayapura — Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Papua menargetkan pendataan atau Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) rampung di akhir bulan November 2022.
Hingga saat ini Regsosek untuk BPS sendiri masih 44,2%, sedangkan target pendataan dari BPS pusat seharusnya sudah mencapai 80 sampai 100%.
Pihak BPS Papua melaporkan hanya kabupaten Keerom dan Merauke yang datanya telah mencapai 100% sedangkan di wilayah-wilayah pegunungan belum mencapai 1%.
Kepala BPS provinsi Papua, Adriana Carolina mengungkap beberapa kendala untuk pendataan di daerah pegunungan Papua.
“Situasi Medan yang sulit, terus ada beberapa wilayah yang memang kondisi keamanan sehingga untuk masuk kesana butuh pendamping yang lengkap dari aparat keamanan,” ujar Kepala BPS Papua usai Talk show Regsosek di salah satu hotel di Kota Jayapura, Jumat (11/11/22).
Carolina menyebut pihaknya juga terkendala dari aplikasi yang digunakan untuk melakukan Registrasi.
“Kalau sebelumnya kita bisa sistem tim, tetapi kalau sekarang memang dari kendala aplikasi kita Geotagg kita harus yang terdaftar baru bisa meng-upload data, jadi agak sedikit kendala dari aplikasinya,” bebernya.
Namun dirinya mengaku telah melakukan pertemuan dengan pihak pusat untuk menyampaikan situasi yang terjadi saat ini, sehingga waktu pendataan diminta diperpanjang hingga akhir November ini.
“Jadi minggu kemarin kita rapat bahkan kemarin dengan teman-teman Bappenas pun kita tunjukkan kondisi lapangan sehingga mereka bisa mendukung kita minta perpanjangan waktu,” papar Adriana.
Dia menambahkan, walaupun terkendala aplikasi namun pihaknya tetap melakukan input data secara manual.
Untuk 3 Daerah Otonom Baru (DOB) yang hari ini disahkan oleh presiden, Kata Adriana masih tetap dilakukan pendataan oleh pihak BPS provinsi Papua.
“Karena kita kembali ke Mendagri karena BPS tidak bisa langsung berada di sana, kalau belum ada perintah atau Surat Keputusan dari Mendagri karena ini terkait nomenklatur pembiayaan-pembiayaan,” ungkapnya.
Pihaknya juga melaporkan sampai tanggal 9 November 2022 baru mencapai 54,414 (475rb keluarga dari 873rb keluarga). Lebih rendah dari target ideal 754 di minggu ke-3 pendataan.
Sebanyak 174 bangunan yang di tagging merupakan tempat tinggal bagi keluarga sangat miskin, 439 miskin, dan 404 tidak miskin.
Progress geotagging terlihat lancar di wilayah pesisir utara dan selatan Papua sedangkan wilayah pegunungan masih banyak kendala.
(RT)











