Papua

Menteri Perhubungan Diminta Batalkan Kepindahan Willem Thobias Fofid ke Mamuju

3
×

Menteri Perhubungan Diminta Batalkan Kepindahan Willem Thobias Fofid ke Mamuju

Sebarkan artikel ini
Ketua dan Founder Analisis Papua Strategis, Laus Deo Rumayom didampingi oleh Ketua Lempeng Papua, Pdt. Catto Mauri dan Direktur Riset APS/Akademisi UNCEN, Dr. Richard Patty

BeritaPapua.co, Jayapura — Komunitas Analisis Papua Strategis meminta kepada Menteri Perhubungan RI agar segera membatalkan kepindahan Willem Thobias Fofid, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas II Jayapura ke UPP Mamuju Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua dan Founder Analisis Papua Strategis, Laus Deo Rumayom didampingi oleh Ketua Lempeng Papua, Pdt. Catto Mauri dan Direktur Riset APS/Akademisi UNCEN, Dr. Richard Patty dalam Konferensi pers di Jayapura, Selasa (3/1/23).

Ketua dan Founder Analisis Papua Strategis, Laus Deo Rumayom menilai bahwa kepindahan Willem Thobias Fofid tidak sesuai dengan kebutuhan SDM yang mumpuni dalam bidang kepelabuhan dan transportasi laut.

“Kami merekomendasikan dan meminta kepada Bapak Menteri Perhubungan RI segera membatalkan kepindahan dan menunjuk, Willem Thobias Fofid sebagai Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Jayapura,” tegas Rumayom.

Ia juga menilai bahwa Papua masih membutuhkan peranan Willem Thobias Fofid untuk membantu pemerintah provinsi Papua untuk memajukan sektor kepelabuhanan dan transportasi laut di Papua.

Pihak Analisis Papua Strategis menyatakan telah melakukan rapat kordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua maupun Majelis Rakyat Papua dalam rangka memberikan respon terhadap informasi mutasi tersebut.

Demikian dasar pertimbangan yang diajukan Analisis Papua Strategis sebagai permohonan penundaan mutasi kepada Menteri Perhubungan RI, sebagai berikut:

• Peranan Saudara Willem Thobias Fofid masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Provinsi Papua, Kota Madya Jayapura dan Kabupaten Jayapura serta kabupaten lainnya di Papua dalam mengawal Rencana Induk Pembangunan Papua/RIPP di sektor kepelabuhanan, pelayaran dan transportasi laut.

• Peranan Saudara Willem Thobias Fofid masih sangat dibutuhkan oleh Masyarakat Adat dan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam memediasi penyelesaian konflik Pembangunan Pelabuhan Depapre yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi.

• Saudara Willem Thobias Fofid adalah Putra Terbaik Papua yang menjadi kebanggaan Masyarakat Papua saat ini di lingkungan KSOP Jayapura dan Kementerian Perhubungan yang mampu memberikan sosialisasi dan edukasi di berbagai komunitas Papua (Tokoh Agama, Masyarakat Adat, Pelaku Usaha dan Milenial Papua) dan Perguruan Tinggi di Tanah Papua tentang pentingnya dukungan masyarakat terhadap suksesi Tol Laut dan Konektivitas di Tanah Papua.

• Mempertimbangkan hadirnya DOB (Daerah Otonomi Baru) Pemekaran 3 Provinsi Baru di Papua dan saat ini Papua telah menjadi 4 Provinsi (Provinsi Papua, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua Tengah) dan masih terbatasnya SDM (Sumber Daya Manusia) kepelabuhanan, pelayaran dan transportasi laut yang responsif atropologis dan sosiologis sebagai pendekatan utama pembangunan di Papua.

Diketahui, Sejak tanggal 20 Desember 2022 Komunitas Analisis Papua Strategis yang merupakan Komunitas Profesional Putra Putri Papua dan Mitra Kerja Pemerintah dalam mengawal otonomi khusus Papua dan Percepatan Pembangunan mendengar Informasi tentang kepindahan Sdr. Willem Thobias Fofid, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas II Jayapura ke UPP Mamuju Sulawesi Barat.

(RT)