Papua

Aktifis Lingkungan Sebut Papua Dalam Kondisi Darurat Iklim Bukan Krisis Lagi

0
×

Aktifis Lingkungan Sebut Papua Dalam Kondisi Darurat Iklim Bukan Krisis Lagi

Sebarkan artikel ini
Komunitas Peduli Lingkungan saat melakukan aksinya di Kota Jayapura (ist)

BeritaPapua.co, Jayapura — Sekitar 30an pemuda yang tergabung dalam salah satu komunitas peduli lingkungan di Papua menggelar aksi Climate Strike di Taman Imbi, Kota Jayapura, Jumat (3/3/23).

Aksi tersebut dilakukan oleh Komunitas yang menamakan dirinya Papua Trada Sampah dan dikuti beberapa anggota komunitas peduli lingkungan di Jayapura.

Kata Aktifis peduli lingkungan, Brenda Rumwaropen, hal itu bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada pemerintah dan juga masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan serta dampak lingkungan terhadap ekosistem di seluruh dunia.

“Status perubahan iklim sudah bukan krisis, melainkan darurat,” tandasnya.

Brenda menuturkan bahwa pemerintah segera melakukan upaya terhadap perubahan iklim yang sedang terjadi

“Pemerintah untuk segera melakukan dan memfokuskan tindakan dan upaya mitigasi bencana akibat perubahan iklim serta mendeklarasikan iklim darurat seperti yang sudah dilakukan oleh negara-negara lainnya, sehingga adanya perubahan dalam sistem yang memberikan kontribusi terbesar atas kenaikan suhu bumi (pemanasan global) yang mengakibatkan perubahan iklim global tersebut,” tegasnya.

Namun Brenda juga berpesan kepada semua para anak muda untuk ikut menyuarakan kondisi darurat iklim yang terjadi saat ini.

“Seluruh masyarakat Papua ikut menyuarakan tujuan aksi ini kepada pemerintah dan pelaku-pelaku usaha yang memberikan kontribusi terbesar dalam perubahan iklim yang memberikan dampak negatif kepada lingkungan dan ekosistem melalui pemanasan global agar upaya dan solusi nyata diberikan untuk mengatasi masalah iklim darurat,” pintanya.

Ia menambahkan, semua masyarakat yang ada di Papua harus berkomitmen dan berkontribusi serta upaya untuk perubahan iklim.

“kita juga berkontribusi dalam perubahan iklim dan berkomitmen untuk hemat energi serta membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tidak semakin tercemar oleh polusi sampah dan emisi gas rumah kaca,” pungkasnya.

Aksi serupa juga dilakukan secara serentak di beberapa kota di Indonesia dan juga negara-negara lainnya yang dibuat pada tanggal 3 Maret 2023.

(EM)