BeritaPapua.co, Jayapura — Sebanyak 1.056 jemaah calon haji Provinsi Papua dari empat kluter akan diberangkatkan menuju Madinah di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekah.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang (Kabid) Haji dan Bimas Islam Kementrian Agama Kanwil Papua Rasmani Sumarta, menjelaskan, ada sedikit perbedaan pelepasan jemaah tahun 2023 ini.
“Tahun ini sedikit berbeda, biasanya dilakukan seremonial pelepasan di Embarkasi Makasar, namun kali ini ada kebijakan untuk ditiadakan. Sehingga, kami di Papua hari ini laksanakan pelepasan jemaah perwakilan Provinsi Papua,” ujar Rasmani di Aula Asrama Haji, Kotaraja, Senin (22/5/2023).
Kata Rasmani, perbedaan berikut yakni saat ini Papua sedang dalam transisi adanya 3 daerah otonomi baru (DOB).
“Ya, tentunya untuk jemaah yang diberangkatkan ini sudah mewakili dari Papua, maupun tiga DOB yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Tengah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa untuk kouta haji Provinsi Papua berjumlah 1.076, dan sampai pada penutupan pendaftaran, Sabtu (20/5/2023) akhir pekan kemarin yang sudah melunasi sebanyak 1.056 orang.
Rasmani menyampaikan, untuk jemaah haji Provinsi Papua terbagi dalam 4 kloter, yakni kloter 7, 8, 9 dan Kloter 35.
“Kloter 7 itu gabungan, kloter 8 dan 9 itu full 1 kloter. Dan Kloter 35 itu adalah tambahan dari yang kemarin tanggal 20 Mei 2023 ini baru melunasi,” katanya.
Dikatakannya, untuk kloter 35 itu berjumlah 56 orang.
Rasmani menyampaikan, untuk kloter 7 berjumlah 196 orang, dengan rincian Kabupaten Merauke 122 orang, Kepulauan Yapen 38 orang, Kabupaten Mappi 16 orang, Boven Digoel 19 orang, ditambah tenaga pembimbing haji daerah 1 orang.
“Untuk kloter 7 akan diterima di Makasar pada tanggal 25 Mei 2023 dan diterima secara resmi oleh Embarkasi Makasar 27 Mei dan berangkat ke Madinah 28 Mei 2023 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia,” ungkapnya.
Lanjut Rasmani, kemudian kloter 8 berjumlah 388 orang, terdiri dari Kota Jayapura 284 orang, Kabupaten Jayapura 45 orang, Kabupaten Waropen 8 orang, Sarmi 5 orang, Paniai 3 orang, dan tenaga pembimbing haji daerah 2 orang dan dari unsur KBIHU 2 orang.
“Kloter 8 akan transit di Makasar tanggal 27 Mei, kemudian diterima resmi oleh Embarkasi makasar pada 28 Mei 2023 dan diberangkat menuju Madinah tanggal 29 Mei,” ucapnya.
Selanjutnya, kloter 9 berjumlah 388 orang, terdiri dari Kabupaten Mimika 180 orang, Asmat 43 orang, Nabire 140 orang, Keerom 12 orang, Biak 6 orang, 1 tenaga haji pembimbing daerah dan 1 orang unsur KBIHU.
“Kloter 9 ini akan diterima di Asrama Haji Makasar pada tanggal 28 Mei, diterima resmi oleh Embarkasi makasar tanggal 29 Mei dan akan berangkat menuju Madinah pada tanggal 30 Mei 2023.”
“Kemudian kloter 35 yang merupakan tambahan 56 orang ini, akan berangkat pada tanggal 15 Juni 2023 dan kemudian menuju Jedah 17 Mei 2023,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Klemens Taran menyampaikan, jemaah yang sudah pasti berangkat berjumlah 1.056 orang.
“Yang sudah lunasi itu 1.056 orang. Sisanya itu karena berpindah alamat, pindah Kabupaten dan Provinsi, sehingga teman-teman susah untuk menghubungi,” katanya.
Menurutnya, sampai ditutupnya pendaftaran tanggal 19 Mei 2023 kemarin sudah berjumlah 1.056 orang. Dirinya berpesan agar jemaah bisa menjaga fisik maupun kesehatan.
“Memang ada tim yang mendampingi, tapi kembali ke jemaah itu sendiri, kesehatan harus dijaga,” sambung Taran.
Ia menambahkan, Jemaah dari Papua harus saling membantu karena itu menjadi hal yang amat penting.
Hal senada, dikatakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Suzana Wanggai, bahwa Pemerintah Provinsi Papua selalu mensuport agar selalu berjalan dengan baik.
“Pemprov akan bersinergi bersama panitia dari Kemenag Papua untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023 ini,” imbuhnya nya.
(Renaldo Tulak)











