Papua

BPPKLN Papua Gelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan Bagi Masyarakat Mantan Repatrian PNG di Keerom

1
×

BPPKLN Papua Gelar Pembinaan Wawasan Kebangsaan Bagi Masyarakat Mantan Repatrian PNG di Keerom

Sebarkan artikel ini
IMG 20230512 WA0200
Masyarakat Mantan Repatrian Yang Tinggal di Kampung Kwimi, Distrik Arso Kota, Kabupaten Keerom

BeritaPapua.co, Keerom — Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPPKLN) Provinsi Papua menggelar pembinaan wawasan kebangsaan dan perekaman Pas Lintas Batas (PLB).

Kegiatan tersebut dilakukan bagi masyarakat mantan repatrian yang tinggal di Kampung Kwimi, Distrik Arso Kota, Kabupaten Keerom, Jumat (12/5/2023).

Berdasarkan pantauan sebelum pembinaan, beberapa warga Kampung Kwimi mengkonfirmasi berkas kependudukannya kepada petugas BPPKLN dan Imigrasi Jayapura yang turun ke kampung tersebut.

Dari data yang diperoleh, total keseluruhan penduduk ex-repatrian yang datang dari Papua Nugini ke Provinsi Papua pada 2019 sebanyak 322 jiwa, dengan 75 jumlah kepala keluarga (KK). Mereka datang atas kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudoyono kala itu.

IMG 20230512 WA0196
BPPKLN Provinsi Papua saat menggelar pembinaan wawasan kebangsaan dan perekaman Pas Lintas Batas

322 jiwa ex-repatrian yang datang itu, bukan hanya berdomisili di Kabupaten Keerom, sebagian di antaranya pulang ke daerahnya masing-masing seperti di Biak dan Serui.

Sementara rumah yang dibangun di Kampung Kwimi untuk masyarakat ex-repatrian sebanyak 10 unit rumah, dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Keerom sejak 2010 hingga 2011 lalu.

Hingga kini warga ex-repatrian yang tinggal di Kampung Kwimi berjumlah 33 kepala keluarga.

Mantan Kepala Kampung Kwimi Bastian Nangguar mengatakan, masyarakat berterimakasih atas kedatangan tim dan mengaku senang atas kegiatan ini.

“Masyarakat senang karena pemerintah datang ke Kampung Kwimi. Ada bimbingan dari pemerintah.” akunya.

“Masyarakat juga dapat mengerti dan memahami melalui pembinaan wawasan kebangsaan ini,” ujar Bastian di Keerom.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Batas Wilayah Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Papua, Dolfinus Kareth mengatakan, pembinaan wawasan kebangsaan ini sangat penting.

“Karena akhir akhir ini bukan hanya di Papua tetapi diseluruh indonesia, sudah disampaikan waktu sekolah sampai di perguruan tinggi.”

“Belakangan ini pancasila ini sudah tidak ada lagi, sudah tidak menggema lagi, sehingga wawasan kebangsaan, dan nasionalisme itu sudah mulai hilang, terkikis habis,” sambung dia.

Untuk itu, kata Dolfinus, pihaknya ke Kwimi Kabupaten Keerom, untuk menyampaikan kembali kepada masyarakat.

“Kami menyosialisasikan wawasan kebangsaan ini kepada masyarakat supaya mereka mengerti dan memahami.”

“Saya ini sebenarnya orang indonesia, bagaimana saya harus pergi itu pasti ada sopan santunnya, ada tatakramanya, pancasila diajarkan seperti itu,” lanjut Dolfinus.

Lanjut Dolfinus, wawasan kebangsaan sangat penting bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Karena banyak masyarakat yang baru masuk dan ke PNG,” ujarnya.

Dolfinus menjelaskan, seperti di Kampung Kwimi ex-repatrian dari 2009, dari PNG masuk ke Indonesia itu 322 jiwa dan 75 kk yang masuk ke provinsi papua.

“Waktu itu kebijakan dari pemerintah pusat yang dilakukan oleh presiden Susilo Bambang Yudoyono di periode kedua.”

“Makanya masyarakat ini menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi papua maupun pemerintah kabupaten keerom. Karena ini adalah mandat resmi yang dikeluarkan oleh presiden RI. Kalau kita sudah pergi bawa mereka kesini, kita harus bertanggungjawab untuk mengurus mereka,” tandasnya. (*)

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *