BeritaPapua.co, Jayapura — Pendeta Gereja Kristen Injili (GKI) Hein Carlos Mano menyebut, bertobat adalah bagian penting dalam kehidupan iman Kristen.
Demikian khotbahnya yang terambil dalam AlKitab Zefanya 2, ayat 1 – 3 saat ibadah Minggu Sore (25/6) di Gereja GKI Pniel Kotaraja, distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Pendeta Hein mengatakan, apa gunanya menjadi orang Kristen tanpa bertobat.
“Kalau saya bertanya, apakah bapak ibu orang Kristen. Ya, kami orang Kristen. Tapi kalau saya tanya sudahkah bapak ibu bertobat dan mengalami 1 hidup yang baru ini belum tentu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, menurut konteks Zefanya 2 yang kita baca orang-orang yang bertobat mereka mengalami suatu identitas yang baru.
“Hasil pertobatan itu membuat dia memiliki kepribadian yang baru dengan karakteristik yang baru sama sekali. Pertama, dia harus taat pada hukum. Yang kedua, dia melakukan keadilan dan yang ketiga, dia rendah hati,” kata Pdt Mano.

Soal Hukum, Pdt Hein menjelaskan apakah kita yang mengikuti ibadah saat ini taat pada hukum. Orang yang taat pada hukum itu merupakan hasil dari suatu kepribadian yang baru pertobatan.
“Saya rajin kunjungi LP (Lembaga Pemasyarakatan) dari pejabat rendahan sampai pimpinan daerah ada di LP. Kenapa ada disana. Karena tidak taat pada hukum,” ungkapnya.
Pdt Mano juga menyampaikan, walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang terpilih dengan begitu banyak berkat namun mereka pernah meninggalkan Tuhan.
“Dan karena meninggalkan Tuhan Zefanya bilang ayatnya yang ke-2, bersemangatlah, berkumpullah hai bangsa yang acuh tak acuh, harus semangat berbalik kepada Tuhan. Jika tidak berbalik maka murka Allah akan terjadi,” ucapnya.
Dia juga menyebut, untuk menegakkan keadilan setiap orang harus memiliki komitmen moral yang kuat dan integrasi yang baik.
“Bapak ibu untuk menegakkan keadilan bagi semua orang yang bertobat dia harus memiliki komitmen moral yang kuat. Yang kedua dia harus memiliki integritas yang baik,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











