Papua

Menduniakan Bahasa Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Papua Gelar Bimtek Penguatan Kompetensi Bagi Lembaga Penyelenggaraan Program BIPA

1
×

Menduniakan Bahasa Indonesia, Balai Bahasa Provinsi Papua Gelar Bimtek Penguatan Kompetensi Bagi Lembaga Penyelenggaraan Program BIPA

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Bagi Lembaga Penyelenggaraan Program BIPA di Jayapura

BeritaPapua.co, Jayapura — Dalam mewujudkan internasionalisasi kemampuan bahasa Indonesia ke manca negara, balai bahasa provinsi Papua menggelar bimbingan teknis penguatan kompetensi pengelola lembaga penyelenggara Program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA).

Bimtek tersebut dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 14 – 15 Agustus 2023 di hotel GrandAbe di distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Sukardi Gau mengatakan Bimtek ini merupakan program prioritas balai bahasa yang salah satunya adalah menginternasionalisasi bahasa Indonesia.

“Kegiatan ini adalah rangkaian untuk menjawab tantangan itu. Rupanya di konstitusi kita di Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang internasionalisasi bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, yang dilakukan saat ini adalah bimtek kompetensi pengelola BIPA yang lebih fokus kepada lembaga.

“Mengapa ini kita lakukan. Dan memang kami banyak melibatkan perguruan tinggi dan beberapa lembaga lain yang memang sering bersentuhan dengan orang asing. Karena kita ingin bahwa misi kita untuk menduniakan Bahasa Indonesia itu benar-benar bisa terwujud titik Dan itu yang dilakukan pemerintah sekarang,” bebernya.

Sukardi menyampaikan, di Universitas Negeri Malang sudah ada 160 mahasiswa asing yang tengah melakukan studi.

“160 orang asing dari berbagai negara datang belajar di Universitas Negeri Malang. Dan akan menyusul 70 orang lagi,” ujarnya.

Dia mengaku sedih, jika di perguruan-perguruan tinggi di Jayapura tidak memiliki mahasiswa asing.

“Sebaik-baiknya perguruan tinggi kita kalau tidak ada mahasiswa asing, sedih juga. Ini adalah satu celah yang bisa kita pakai, sarana yang kita pakai untuk meningkatkan kualitas dan akreditasi perguruan tinggi kita,” Imbuhnya.

Sukardi juga menyampaikan, jika hal ini berlanjut hingga 1 dekade bisa fatal sehingga pihaknya gencar mengantisipasi hal tersebut.

“Di Jayapura masih sangat terbatas sekali tapi kita tidak bisa membayangkan mungkin 5 tahun atau 10 tahun ke depan seperti apa. Dan ini yang sebelum semuanya berlangsung kita mulai antisipasi dari sekarang,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, 16 perwakilan Lembaga yang hadir dalam Bimtek tersebut antara lain:
Hillcrest School (HIS), Elim Phatauw Learning Center, English Empowerment, SIL International, Papua Language Institute (PLI), Universitas Cendrawasih, Universitas Sain dan Teknologi Jayapura (USTJ), Universitas Yapis Papua (UNIYAP), Universitas Terbuka (UT), Universitas Papua Mandani Jayapura (UPMJ), Universitas Muhammadiyah Papua (UM), IAIN Fattahul Muluk Papua, Universitas Doktor Husni Inggratubun (Uningrat) Papua (Sebelumnya STMIK Umel Mandiri Jayapura), STIKES Jayapura, Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPPKLN) dan Duta Bahasa.

(Renaldo Tulak)