Papua

Penguatan Iman Generasi Muda, GKI Kairos Abepura Gelar Camping Paskah dan Workshop Pemuridan

70
×

Penguatan Iman Generasi Muda, GKI Kairos Abepura Gelar Camping Paskah dan Workshop Pemuridan

Sebarkan artikel ini

Ajak Anak Remaja dan Pemuda Jadi Garam dan Terang Dunia

Tampak foto bersama Wakil Ketua Jemaat GKI Abara Enjros Pnt, Grs, Dr, Ir, Albert Merauje, A.Md.Tek, ST, MT, IPM bersama para peserta Workshop atau Seminar Pemuridan.

Berita Papua, Jayapura– Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Klasis Port Numbay, Jemaat Kairos Abepura, Kota Jayapura menggelar Camping Paskah dan Workshop atau Seminar Pemuridan dalam rangka momen menjelang perayaan hari raya Paskah dengan mengusung tema “Tetap Setia Pada Yesus Untuk Tetap Hidup Dalam Kesehatian” (Filipi 2:1-8) ini berlangsung mulai Kamis (17/4/2025).

Workshop atu seminar akan dilaksanakan selama 2 hari (Kamis & Jumat), sementara Camping Paskah berjalan selama 5 hari (Rabu-Minggu) hingga berakhir tepat di hari Paskah.

Tujuan Workshop: Membentuk Generasi Muda yang Bertanggung Jawab

Wakil Ketua Majelis Jemaat GKI Abara Enjros, yang juga anggota DPR Papua Fraksi NasDem, Albert Merauje menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat iman dan pengetahuan generasi muda tentang makna Paskah.

“Anak-anak yang kami ajar sejak SD, SMP, SMA, hingga mereka masuk sekolah Alkitab dan kelas katekisasi adalah generasi penerus dalam keluarga, gereja, dan bangsa,” ujarnya.

Namun Merauje selaku pemateri menekankan pentingnya pemahaman tentang pengorbanan Yesus Kristus sebagai fondasi iman.

“Yesus menunjukkan kuasa-Nya selama pelayanan-Nya menyembuhkan orang sakit, menghidupkan yang mati, bahkan alam pun takluk pada firman-Nya. Sengsara-Nya adalah untuk keselamatan kita, dan ini harus dipahami oleh generasi muda,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, Kata Merauje, peserta diajak untuk menjadi terang dan garam dunia, hidup sesuai teladan Kristus, serta menjadi berkat bagi sesama.

Tampak foto bersama Wakil Ketua Jemaat GKI Abara Enjros Pnt, Grs, Dr, Ir, Albert Merauje, A.Md.Tek, ST, MT, IPM bersama para peserta Workshop atau Seminar Pemuridan.

Harapan untuk Dukungan Pemerintah dan Gereja

Anggota Komisi IV DPRP itu berharap agar orang tua, gereja, dan pemerintah selalu memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan iman generasi muda.

“Beberapa waktu lalu, Walikota Jayapura menyatakan akan memberikan insentif bagi guru sekolah minggu. Kami berharap ini segera direalisasikan agar mereka yang melayani dengan sukarela mendapat apresiasi,” tuturnya.

“Kesejahteraan meningkat dan tindak kriminalitas dapat ditekan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya gereja dalam membentuk generasi emas yang berkarakter dan bertanggung jawab di Tanah Papua,” pungkas Legislator Papua itu.

Sementara itu, Demianus Heipon, Sekretaris Pembinaan Jemaat GKI Kairos menyampaikan bahwa ini merupakan program tahunan Badan Pengurus (BP) PAR 2025 yang telah disahkan dalam sidang jemaat yang bertujuan memperkuat iman dan karakter anak-anak muda di tengah tantangan zaman.

“Ini penting bagi remaja karena mereka perlu memahami bagaimana hidup berjemaat. Saat ini, banyak anak muda lebih memilih kegiatan di luar gereja. Melalui workshop ini, kami harap mereka semakin dekat dengan Tuhan dan bertumbuh sesuai ajaran Kristus,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa momen Paskah adalah waktu tepat untuk merenungkan penderitaan dan kemenangan Yesus, bukan sekadar bersenang-senang.

“Pemuda adalah tulang punggung gereja. Mereka harus didukung penuh oleh pembina dan pelayan jemaat, bukan hanya dimintai program tapi juga diberi pendampingan,”*l tegasnya.

Camping Paskah: Kolaborasi Sekolah Minggu dan Pemuda

Ivon Rawar, Ketua Persatuan Anak Remaja (PAR) GKI Kairos Kampung Tiba-tiba Abepura, menjelaskan bahwa Camping Paskah merupakan kegiatan rutin tahunan.

“Tahun ini, kami berkolaborasi dengan Pemuda dan Pemudi GKI Kairos. Selain camping, ada juga workshop yang diinisiasi PAM,” jelasnya.

Guru sekolah Minggu itu juga berharap agar kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang takut akan Tuhan dan aktif melayani di gereja.

“Banyak anak binaan kami yang kini kembali melayani di sekolah minggu. Kami ingin lebih banyak lagi pemuda yang menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat,” tambah Ivon Rawar.

Filipus Taflamilena, Seksi Pendidikan PAM GKI Kairos, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan agar pemuda semakin mengenal jati diri dan Tuhan Yesus.

“Kadang dalam persekutuan, ada konflik karena ego. Workshop ini hadir untuk mengubah karakter, mendekatkan mereka pada persekutuan, dan mengarahkan pada kegiatan positif,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)