Papua

DPW LDII Papua Gelar Muswil VII, Sugiyono: Prioritaskan Percepatan Pembangunan Melalui SDM Profesional-Religius

0
×

DPW LDII Papua Gelar Muswil VII, Sugiyono: Prioritaskan Percepatan Pembangunan Melalui SDM Profesional-Religius

Sebarkan artikel ini
Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Sugiyono.

Berita Papua, Jayapura — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua bakal menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII untuk memilih kepengurusan baru setelah masa bakti 5 tahun berakhir, yang akan berlangsung pada Rabu (24/9/2025).

Ketua DPW LDII Provinsi Papua, Sugiyono menjelaskan bahwa persiapan Muswil VII telah dilakukan sejak lama melalui pembangunan komunikasi dan pembentukan panitia yang resmi dan legal.

“Secara regulasi kami sudah lakukan dengan resmi dan legal, termasuk menyampaikan status kelembagaan ke Polda,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Penyelenggaraan Muswil ini telah mengantongi rekomendasi dari berbagai instansi, dimulai dari Kanwil Kementerian Agama, Polda Papua, Polres, hingga dukungan dari Hotel Horison sebagai lokasi penyelenggaraan.

Ia menegaskan, bahwa Muswil ini dihadiri peserta dari 8 DPD (Dewan Pimpinan Daerah), ditambah peninjau dari Papua Pegunungan (Tolikara dan Wamena), Papua Tengah, dan Papua Selatan.

“Sejak pemekaran wilayah, DPW LDII juga menyesuaikan dengan kondisi wilayah yang ada,” imbuh Sugiyono.

Mengangkat tema yang relevan dengan status Papua sebagai Daerah Otonomi Khusus, Muswil VII menekankan pentingnya percepatan pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Di LDII kami lebih menekankan SDM yang profesional dan religius sebagai satu kesatuan karakter. Tanpa SDM yang memiliki karakter profesional dan religius, pembangunan akan berjalan biasa-biasa saja,” tegas Sugiyono.

Melaporkan capaian selama 5 tahun kepemimpinannya, Sugiyono menyebut, berbagai program yang berhasil dilaksanakan meski menghadapi tantangan pandemi COVID-19. Salah satu pencapaian yang diakui adalah kerja sama dengan Karantina Pelabuhan yang merupakan yang pertama kali dalam sejarah LDII Papua.

“Awal-awal masa kepemimpinan bertepatan dengan COVID-19, namun kami tetap aktif bergerak,” ungkapnya.

Program dakwah tetap menjadi misi utama dengan pembinaan rutin minimal 3 kali seminggu. Selain itu, program prioritas yang dijalankan adalah pembangunan nilai-nilai kebangsaan.

“Di era globalisasi dan digitalisasi ini, kemudahan dan kecepatan informasi digital secara tidak langsung menimbulkan beberapa masalah dan penurunan nilai-nilai kebangsaan. Kita perlu menguatkan nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat rasa kebersamaan, terutama warga LDII agar tidak mudah terprovokasi,” jelasnya.

LDII Papua juga aktif dalam kegiatan lingkungan dengan program penanaman pohon di berbagai daerah seperti Angkasa, Buper, Sentani, dan penanaman mangrove, serta pengelolaan sampah.

Pada 13 September lalu, organisasi ini menggelar kegiatan bersama Dinas Kehutanan Lingkungan, Dinas Pertanian dan Pangan, KOREM, dan praktisi ekonomi kreatif.

“Pangan adalah siklus berkelanjutan. Bahan yang dimakan menimbulkan sampah, dan dalam siklus itu terdapat banyak nilai ekonomi,” pungkas Sugiyono.

(Renaldo Tulak)