Berita Papua, Keerom — Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyelesaikan penyusunan Peta Administrasi Kampung Wulukubun berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS) sebagai upaya memperkuat basis data spasial untuk perencanaan pembangunan daerah.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua.
Peta administrasi yang dihasilkan memuat informasi komprehensif meliputi batas kampung, pembagian rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT), jaringan jalan, serta sebaran fasilitas publik. Dokumen ini diharapkan menjadi instrumen teknis dalam penyusunan rencana pembangunan, pengalokasian anggaran, penataan ruang, hingga peningkatan kualitas layanan publik.
Tim pengabdian yang diketuai Bonefasius Bao, S.IP., M.A., dengan anggota Anna M. Labok, S.T., M.PWK., Taufik Rachman, S.E., M.M., dan Indah Sari Zulfiana, S.T., M.T., menginisiasi kegiatan ini sebagai respons atas ketiadaan dokumentasi peta administrasi berbasis GIS di Kampung Wulukubun.
“Selama ini perencanaan pembangunan kampung menghadapi keterbatasan data spasial terpadu, khususnya dalam penentuan batas wilayah, perencanaan jaringan infrastruktur, serta pemetaan fasilitas publik,” jelas Bonefasius dalam sosialisasi hasil pemetaan, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, penyediaan dokumen spasial yang akurat menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung perencanaan pembangunan kampung yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Penyusunan peta dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah kampung dan masyarakat. Tahapan kegiatan mencakup koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, survei lapangan untuk pengumpulan data batas wilayah dan fasilitas publik, pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat lunak pemetaan berbasis GIS, hingga validasi bersama aparatur kampung.
Anna M. Labok, S.T., M.PWK., yang memaparkan tahapan teknis penyusunan peta, menjelaskan bahwa proses validasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi faktual di lapangan.
“Output peta yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai instrumen teknis dalam mendukung pembangunan kampung yang lebih terencana dan berbasis data,” ujarnya.
Kepala Kampung Wulukubun, Kadar Wahyono, yang membuka secara resmi acara sosialisasi di Balai Kampung Wulukubun, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena peta administrasi sangat penting bagi kami dalam merencanakan pembangunan kampung ke depan,” ucapnya.
Di akhir kegiatan, tim pengabdian menyerahkan peta administrasi kampung yang kemudian disahkan dan ditandatangani langsung oleh Kepala Kampung Wulukubun, menandai telah diterimanya dokumen tersebut secara resmi oleh pemerintah kampung.
Selain menghasilkan produk peta administrasi, kegiatan ini juga memberikan dampak pada peningkatan pemahaman dan kapasitas aparatur kampung dalam pemanfaatan data spasial.
Sosialisasi yang dihadiri aparatur kampung dan masyarakat Wulukubun tersebut menjadi media transfer pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi GIS untuk kepentingan perencanaan pembangunan.
Tim pengabdian USTJ berharap keberadaan peta administrasi berbasis GIS ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan perencanaan pembangunan Kampung Wulukubun yang lebih responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan basis data spasial yang terstandar, diharapkan pengambilan keputusan terkait pembangunan kampung dapat dilakukan secara lebih akurat dan terukur.
(Redaksi)











