Sentani, Berita Papua – Naiknya permukaan air Danau Sentani yang menggenangi Kampung Yobeh tidak menyurutkan semangat masyarakat adat untuk tetap menggelar pesta budaya. Ketua Sanggar Seni Budaya Hinabhu, Yafet Felle, menegaskan bahwa festival budaya adat di kampung tersebut hanya ditunda, bukan dibatalkan.
“Air danau yang naik akan surut kembali, tetapi semangat masyarakat tidak bisa dipadamkan,” ujar Yafet Felle di Sentani, Sabtu (11/4/2026).
Pesta Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh yang semula direncanakan pada April 2026 diputuskan untuk digelar pada Juli 2026. Yafet menyatakan, pihaknya sudah mulai mempersiapkan para penari sejak sekarang untuk tampil pada bulan Juli mendatang.
Selain persiapan untuk festival budaya Juli mendatang, Sanggar Hinabhu juga menyiapkan penari untuk penyambutan wisatawan mancanegara dari kapal pesiar Swan Hellenic yang dijadwalkan tiba di Kampung Yobeh pada Rabu (15/4/2026).
Yafet menyampaikan bahwa mereka akan menampilkan tarian yang pernah hilang, yakni tari pergaulan dan tari pelantikan. Pertunjukan akan berlangsung mulai dari Tanjung Yobeh hingga ke dalam Kampung Yobeh.
“Kami Sanggar Hinabhu sudah sangat siap menari untuk penyambutan wisatawan mancanegara,” tegasnya.
Yafet menjelaskan, dalam tarian berburu, dirinya menggunakan alat musik tradisional kerambut. Tarian ini telah dua kali ditampilkan dalam Festival Danau Sentani (FDS).
Menurut penuturannya, sejak zaman purbakala, leluhur masyarakat Yobeh biasa berburu sambil menari. Ketika memperoleh hasil buruan, mereka menari dari tempat berburu hingga tiba di Kampung Yobeh.
Selain tarian berburu dan isolo, terdapat keunikan lain seperti tradisi menyambut keluarga dari Kampung Hobong. Ciri khas mama-mama dari Kampung Hobong, kata Yafet, bermula dari Kampung Yobeh.
Ia juga menyebutkan tradisi yang dalam bahasa Sentani disebut Menggeuw. Dalam tradisi ini, penari menari di atas perahu sambil berteriak “Menggeuw”. Dari atas perahu, rombongan isolo melemparkan makanan kepada para penari, dan sebaliknya disambut kembali dengan tarian.
Meskipun air danau meluap, kesiapan para penari dan semangat masyarakat adat Kampung Yobeh tetap menyala untuk menyuguhkan warisan budaya kepada wisatawan asing dan peserta festival pada Juli mendatang.
(Yan Mofu)











