Papua

Dinas Pendidikan Papua Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis AI Untuk Guru Sekolah Khusus

0
×

Dinas Pendidikan Papua Gelar Workshop Pembelajaran Berbasis AI Untuk Guru Sekolah Khusus

Sebarkan artikel ini
Tampak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, SPd, M.Si. M.TSOL memberikan sambutan di pembukaan Workshop di Hotel Grand Asmat Jayapura.

Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua menggelar Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Platform Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Mata Pelajaran Sekolah Khusus Papua Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 September 2026 di Hotel Grand Asmat, Jayapura, ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, di ballroom hotel Grand Asmat Jayapura, Selasa (9/9/2026).

Workshop ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari guru mata pelajaran di lingkungan sekolah khusus Papua dengan rincian, 13 orang guru mata pelajaran Sekolah Luar Biasa (SLB), 10 orang guru mata pelajaran Sekolah Nonkelas (SNK) setara SMA, dan 12 orang guru mata pelajaran SNK setara SMK.

Panitia mendatangkan 2 narasumber berkompeten dari pusat, yakni Dr. Yoki Ariyana, ST, MT, Widyaiswara Ahli Madya Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, serta Suharto, S.Pd., M.T., dari lembaga yang sama.

Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama menjelaskan bahwa workshop ini difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan platform kecerdasan buatan untuk pembelajaran di kelas.

“Berbasis platform AI atau Artificial Intelligence, atau yang kita kenal dengan kecerdasan buatan. Jadi kita berharap nanti Bapak-Ibu guru, kepala sekolah bisa mendapatkan ilmu dari para tutor atau ahli yang kita undang dari Jakarta,” ujar Marthen.

Tampak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, SPd, M.Si. M.TSOL didampingi jajaran usai membuka Workshop.

Ia menjelaskan, selama 3 hari kegiatan berlangsung, para narasumber diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan guru dalam proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan mereka bisa memberikan sharing pengetahuan untuk guru-guru kita, sehingga guru-guru kita bisa apply, bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat ini dalam pembelajaran di sekolah nanti,” katanya.

Marthen menilai digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan mendesak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di wilayah perkotaan seperti Jayapura yang akses internetnya relatif memadai.

“Terutama di kota-kota yang akses internetnya cukup baik seperti Jayapura, kita juga dalam hal ini tidak mau ketinggalan. Kita mendorong guru-guru kita untuk ikut pelatihan dengan mendatangkan narasumber yang memiliki kelebihan, punya kompetensi di bidang AI,” jelasnya.

Marthen juga mengungkapkan rencana jangka panjang Pemerintah Provinsi Papua untuk mengembangkan digitalisasi pendidikan, sesuai arahan Gubernur Papua.

“Bapak Gubernur sudah menyampaikan kepada saya untuk kita mengembangkan apa yang kita sebutkan digitalisasi pendidikan. Jadi ke depan, tahun-tahun depan ini kita sudah adakan proses pembenahan di sekolah-sekolah yang ada di bawah kewenangan provinsi,” ujarnya.

Pembenahan itu, kata Marthen, akan menyasar laboratorium komputer di sekolah-sekolah, dengan penyediaan ruang khusus untuk pembelajaran AI dan coding.

“Terutama lab-lab komputernya, ada ruang-ruang khusus yang kita buat, satu ruang khusus di setiap sekolah yang kita buat untuk pembelajaran AI dan coding. Jadi ini penting sekali untuk kita beri perhatian spesial untuk anak-anak kita di zaman ini,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *