Pariwisata

Dukung Pelaksanaan STC 2023, Dewan Adat Sarmi Minta Potensi Budaya Lebih Diangkat

3
×

Dukung Pelaksanaan STC 2023, Dewan Adat Sarmi Minta Potensi Budaya Lebih Diangkat

Sebarkan artikel ini
IMG 20230915 WA0136
Tampak Para Dewan Adat Kabupaten Sarmi Saat Memberikan Keterangan Pers

BeritaPapua.co, Jayapura — Dalam rangka menuju pelaksanaan Sail Teluk Cenderawasih (STC) 19 – 23 September 2023 di Kabupaten Sarmi, dewan adat Sarmi angkat bicara.

Sekertaris Dewan Adat Sarmi Adrianus Sewanso mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan event tersebut.

“Kami dari dewan adat Sarmi mendukung penuh STC 2023 di Sarmi, kami ingin agar potensi yang dimiliki bisa di kenal oleh nasional bahkan internasional,” ujarnya di Jayapura, Jumat (15/9/2023).

Selaku Dewan adat, Adrianus berharap, event STC mampu memberikan dampak positif untuk perkembangan negeri kota ombak tersebut.

“STC adalah prospek untuk memajukan Sarmi kedepan, ini adalah satu contoh untuk daerah lain,” ujarnya.

Adrianus juga menyampaikan apresiasi kepada Pj Bupati Sarmi yang telah bekerja keras hingga event tersebut bisa terlaksana.

“Pj Bupati Sarmi telah kerja maksimal untuk bisa terselenggaranya ivent ini. Terimakasih Pj Sarmi,” ungkapnya.

Sementara itu, mewakili Perempuan Adat Sarmi, Paulina Tromowey meminta agar pelaksanaan STC tidak hanya event seremonial.

“Jangan hanya sebatas kegiatan seremonial, tapi dalam momen ini bisa melihat dan angkat apa yang perempuan Sarmi kembangkan seperti Terfo (selendang) yang dibuat oleh perempuan Sarmi,” ujarnya.

Paulina meminta agar makanan khas dari 5 suku besar di Sarmi dikenalkan ke publik.

“Kalau bisa diangkat dan di lirik oleh Pemerintah, dan kami harapkan dari momen ini bisa membuka peluang ekonomi bagi perempuan adat Sarmi mempromosikan UMKM,” ungkapnya.

Senada, Ketua Pemuda Adat sarmi, Esau Saweri menegaskan, STC 2023 mesti yang tonjolkan adalah budaya Sarmi.

“Yang harus dibawakan adalah budaya Sarmi, karena STC ini berada di wilayah hukum adat Sarmi,” ungkapnya.

Menurutnya, terutama tarian dan makanan khas yang berasal dari 5 suku di mendiami negeri ombak tersebut.

“Panitia harus perhatikan baik hal ini, agar lewat momen ini bisa membawa dampak ekonomi bahkan kemajuan untuk Kabupaten Sarmi,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *