BeritaPapua.co, Tolikara — Bupati Tolikara, Usman Genongga Wanimbo memberi apresiasi tinggi kepada pengurus dan dewan guru sekolah OB Anggen, karena telah menamatkan siswa-siswi berstandar Internasional mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA, Jumat (21/5).
Wanimbo menilai sekolah tersebut merupakan cikal bakal lahir dan berkembangnya Injil melalui Misionaris serta salah satu sekolah warisan Misionaris Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Yapelin yang ada di Distrik Bokondini, kabupaten Tolikara, Papua.
Sekolah ini memiliki kelas Live Skiil dan belajar bahasa Inggris, belajar mekanik, belajar jaringan listrik dan juga belajar bertani, lebih penting dari itu ada kelas Pemuridan untuk menggembleng moral dan akhlak siswa-siswi sesuai ajaran Nasrani.
Sekolah Ob Anggen menampung anak-anak kurang mampu dengan bantuan dana sekolah sehingga siswa bisa lebih fokus belajar dan meraih prestasi. Hasilnya, Sekolah tersebut beberapa kali mampu ikut ujian Internasional dari Bokondini, Tolikara karena sudah difasilitasi jaringan Internet yang memadai.
Usman menyampaikan bahwa sekolah misionaris di Bokondini, Tolikara ini merupakan sekolah Injil yang telah dan akan menamatkan siswa-siswi dengan standar Internasional.
“Di bokondini telah membuat dua peradaban di dua masa yang berbedah yaitu dulu bokondini menjadi kota injil dan saat ini Bokondini kembali mengukir peradaban baru dengan menamatkan siswa-siswi berstandar Internasional,” ujarnya
Dengan pembangunan sektor pendidikan yang sudah memadai, Ia berharap agar sekolah OB Anggen selalu dikembangkan.
“Apa yang sudah dibangun di Bokondini ini patut dikembangkan dan tentu membuat Tolikara beranjak lebih maju di bidang pendidikan,” ujar Bupati Wanimbo.
Sementara itu, Kepala Sekolah Friskilah Sawen menjelaskan siswa pada umumnya bandel dan susah diatur namun dengan ketekunannya dan antusias siswa mengikuti kelompok belajar Firman Tuhan sehingga anak-anak tersebut dapat belajar dengan taat dan baik.
“Kadang para siswa ada yang bandel susah diatur. Namun kami bawah anak–anak ini ikut kelompok pemuridan untuk diarahkan sesuai ajaran Firman Tuhan Yesus di dalam kitab suci Alkitab. Mereka mengikuti bimbingan itu,” ungkapnya.
Suasana di Distrik Bokondini Kabupaten Tolikara Papua pada Siang itu justru semakin riang. Menjelang pukul 9.00 WIT, siswa-siswi Sekolah Menegah Atas (SMA) alias anak – anak Ob Anggen berseragam Toga layak wisudan-wisudawati didampingi orang Tua sedang melintas di jalan – jalan kota Injil Bokondini. Warga Bokondini pun keluar dari rumah, tampak terheran – heran dan antusias ingin melihat apa yang terjadi .(RH)











