Pendidikan

Pemalangan Kargo Dirgantara Ulah Pemda Jayawijaya Tak Tepati Janji, HMPJ Angkat Bicara

855
×

Pemalangan Kargo Dirgantara Ulah Pemda Jayawijaya Tak Tepati Janji, HMPJ Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
senior HMPJ, Oktav Gombo/ ist

BeritaPapua.co, Jayapura — Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Jayawijaya tak tepati janji sehingga terjadinya pemalangan hanggar kargo Jayawijaya Dirgantara di Sentani Kabupaten Jayapura oleh para mahasiswa yang tergabung HMPJ (Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya), Senin (13/09).

Salah satu senior HMPJ, Oktav Gombo mengatakan kasus tersebut sudah 2 kali dibawa ke Pemda Jayawijaya bahkan Bupati sendiri pun telah menjanjikan beasiswa.

“Padahal kasus ini kan pengurus mahasiswa di Jayapura sudah pernah ke Wamena sudah 2 kali dan melakukan komunikasi-komunikasi dengan Pemerintah Jayawijaya, bahkan sudah ketemu dengan Bupati Kabupaten Jayawijaya dan berbicara empat mata dan dijanjikan bahwa beasiswa dan studi akhir akan di realisasikan,” ungkap Oktav Gombo kepada wartawan (13/09) melalui via seluler.

Dirinya sangat kecewa karena sampai saat ini beasiswa  yang dijanjikan tersebut belum juga teraslisasi.

“Sangat kecewa dan prihatin melihat kondisi ini saya menganggap bahwa pemerintah Jayawijaya tidak serius terhadap SDM yang ada di Kabupaten Jayawijaya,” ucap Oktav.

Oktav menambahkan mahasiswa terus ditinggalkan terus diabaikan oleh Pemda Jayawijaya padahal menurutnya kebutuhan mahasiswa sangat banyak dalam menjalani studi.

“Adik-adik mahasiswa ini punya kebutuhan sangat banyak dalam studi, ada yang sudah mau wisuda, ada yang harus mendaftar ulang dan pembayaran spp dan lain-lain,” kata Oktav.

Ia sangat menyesalkan karena kejadian ini bukan baru kali ini saja sehingga membuat para mahasiswa melakukan pemalangan di hangar kargo Jayawijaya Dirgantara di Sentani Kabupaten Jayapura.

“Itu bukan aksi pertama, tapi ini sering terjadi , ini membuktikan bahwa keseriusan Pemerintah Jayawijaya dalam kepemimpinan bapak bupati dan wakil bupati itu tidak ada sama sekali dalam mendorong SDM Kabupaten Jayawijaya itu sendiri,” ucap Oktav.

Oktav Gombo meminta kepada Pemda Jayawijaya harus serius dan segera memperhatikan mahasiswa Jayawijaya yang ada di seluruh Indonesia untuk dapat segera menyalurkan beasiswa dan itu wajib.

“Karena kita bicara pembangunan ini SDM. SDM ini harus didorong untuk membangun kabupaten jayawijaya kedepan yang lebih baik,” ujarnya.

Oktav juga sangat menyesalkan karena permasalahan ini membuat para mahasiswa melakukan berbagai aksi seperti pemalangan yang seharusnya tak perlu dilakukan jika Pemda Jayawijaya serius dalam menjalankan program yang telah dijanjikan.

“Pemerintah harus melihat ini dengan serius,  supaya kebutuhan mahasiswa dan permintaan mahasiswa segera dijawab karena para mahasiswa merupakan bibit SDM yang akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Jayawijaya kedepannya,” pungkasnya.

(RT)