Berita Papua, Jayapura — Wahana Visi Indonesia (WVI) resmi menutup program pendampingan pendidikan anak usia dini bernama SEEDS (Supporting Early Education and Development Success) setelah berjalan selama 1 setengah tahun di 28 kampung dampingan di Sentani, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi.
Program yang berakhir pada Selasa (23/72025) ini berhasil memberikan manfaat kepada 864 anak, 458 orang tua, dan 263 tutor rumah baca. SEEDS dirancang untuk mendorong perubahan lingkungan ramah anak yang mendukung tahapan perkembangan dan pertumbuhan usia dini sebelum atau saat memasuki PAUD.
“Strategi implementasi yang dilakukan adalah memberikan pemahaman dan pengaruh sebanyak-banyaknya terhadap aktor-aktor yang berhubungan dengan anak usia 3 hingga 6 tahun, yaitu orang tua, lingkungan bermain, serta mitra yang peduli anak hingga pada level pemerintahan,” jelas Sabtarina Febriyanti, Manajer Program Zonal Papua WVI dalam keterangan pers tertulis, Rabu (23/7).
Dalam pelaksanaannya, program SEEDS bekerja sama dengan pemerintah kampung untuk melatih tutor rumah baca, mendampingi orang tua, memberikan makan tambahan, menyediakan buku dan permainan edukatif, serta melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap setiap rumah baca dan orang tua yang terlibat.

Sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada anak, WVI telah mengembangkan modul pendekatan pendidikan yang telah diujicobakan. Pemberian pemahaman mengenai modul tersebut dilakukan melalui pelatihan pengembangan bahan ajar dan telah menghasilkan praktik baik untuk anak usia 3-6 tahun.
Dewi Sartika Wonda, Ketua TP PKK Kabupaten Jayapura, mengapresiasi program ini dengan menyatakan,
“Kami mengucapkan terima kasih karena program ini sangat bermanfaat. Program SEEDS membuat minat baca anak-anak di kampung terus bertumbuh.”
Senada dengan itu, Mama Ida, salah satu tutor rumah baca dampingan SEEDS juga menyampaikan pengalamannya.
“Dari pelatihan-pelatihan yang saya ikuti, saya diingatkan untuk mengajar anak-anak di kampung dengan hati dan terus mempedulikan teman-teman saya sesama tutor di kampung jika mereka mengalami kesulitan dalam mengajar di rumah baca,” imbuhnya.

Meskipun program SEEDS yang didukung oleh Nomura melalui World Vision Singapore telah berakhir, WVI tidak berhenti dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Papua. Pada bulan Agustus mendatang, WVI akan menggelar kampanye “Baca Tanpa Batas” yang fokus pada isu literasi.
Kampanye ini akan menghadirkan fasilitas perpustakaan digital di 11 Rumah Baca dampingan WVI yang saat ini telah hadir di Sentani dan Biak. Perpustakaan digital ini diproyeksikan akan bermanfaat bagi lebih dari 13.000 orang, dengan 3.800 di antaranya adalah anak-anak usia 6 hingga 18 tahun.
Inisiatif ini menjadi penting mengingat aktivitas literasi di Papua masih merupakan yang terendah di antara 34 provinsi di Indonesia. Isu pendidikan, terutama literasi, masih menjadi salah satu perhatian utama WVI di Papua karena masih banyak anak yang belum bisa membaca dan memahami bacaan dengan baik.
Dengan berakhirnya program SEEDS, WVI telah meninggalkan jejak positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Papua, sekaligus mempersiapkan fondasi yang kuat untuk program-program selanjutnya yang akan terus mendukung masa depan pendidikan anak-anak Papua.
Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus pada kesejahteraan anak tanpa membedakan suku, agama, ras, dan gender. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan.
Selama lebih dari 25 tahun, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Jutaan anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.
(Redaksi)











