Berita Papua, Jayapura — Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua resmi membuka Ajang Talenta Pelajar 2025 di Hotel Horison Ultima Entrop, Kota Jayapura pada Senin (21/7/2025).
Kompetisi tahunan ini akan berlangsung hingga 26 Juli mendatang di dua lokasi, yaitu Hotel Horison Ultima Entrop dan Hotel Horison Padang Bulan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan kompetisi tahunan yang selama ini digelar secara rutin.
“Kegiatan hari ini merupakan kegiatan tahunan yang kita lakukan, hanya namanya kita ubah. Ini merupakan kegiatan dari pusat yang mempunyai lomba-lomba seperti O2SN dan FLS3N, tetapi tahun ini kami buat sedikit menarik dengan nama Ajang Talenta,” ujar Christian usai pembukaan.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi yang berlangsung hari ini merupakan tahap final dari seleksi tingkat kabupaten dan kota.
“Hari ini sebenarnya merupakan final bagi kabupaten kota yang sudah mereka saring. Baru kita kumpul di sini dan ini kita mau ambil dari kabupaten kota, siapa yang akan kita utus ke Jakarta,” jelasnya.

Ajang Talenta ini mencakup berbagai bidang kompetisi yang beragam.
“Ajang talenta ini macam-macam, ada seni, kemudian ada olahraga, tapi juga ada hal yang berkaitan dengan akademik dan bahasa,” ungkap Sohilait.
Kepala Dinas mengungkapkan jadwal pengiriman peserta yang cukup padat menjelang kompetisi nasional.
“Tanggal 27 nanti, pusat akan melepas 6 anak yang akan berangkat ke Jakarta untuk mulai ikut lomba listrik dan beberapa hal yang berkaitan dengan teknis, sambil menunggu teman-teman yang lain,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Sohilait, pengiriman gelombang ke-2 dijadwalkan pada 2-3 Agustus.
“Acaranya sangat pendek, yaitu tanggal 27 kirim, kemudian tanggal 2 dan 3 Agustus kita kirim lagi karena sebelum tanggal 10 sudah bermain dan bertanding di sana,” lanjut Christian.
Christian menekankan bahwa Ajang Talenta bukan satu-satunya momentum untuk merekrut anak-anak berprestasi.
“Ini bukan satu-satunya momen yang kita rekrut anak-anak, tetapi ada momen-momen lain lagi. Tetapi ini salah satunya, karena itu mari kita terus, orang tua dan guru-guru mendorong anak-anak yang berprestasi,” ucapnya.
Ia mencontohkan, untuk cabang sepak bola ada jadwal dan tempat tersendiri untuk merekrut anak-anak berbakat.
“Yang mau sepak bola ada jamnya, ada tempat di mana kita bisa rekrut anak-anak yang mau olahraga, dan ini juga salah satu ajangnya. Karena itu kita pakai momentum dengan baik,” jelasnya.
“Memang hari ini tidak banyak kabupaten kota yang mengikuti, tetapi paling tidak ada momentum kita mendapatkan anak-anak berprestasi,” pungkasnya.
Kompetisi tahun ini diikuti oleh 383 peserta yang berasal perwakilan sekolah di Provinsi Papua.
Rincian peserta berdasarkan kategori kompetisi adalah sebagai berikut:
– Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sebanyak 137 peserta.
– Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sebanyak 105 peserta.
– Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sebanyak 135 peserta.
– Lomba Keterampilan Siswa (LKS) jenjang SMK sebanyak 6 peserta.
(Renaldo Tulak)











