Berita Papua, Jayapura — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Papua resmi membuka Rapat Kerja (Raker) ke-IV tahun 2025 di Gedung Gereja GKII Efata Doyo Lama, Sentani, Kabupaten Jayapura pada Selasa (15/7/2025).
Raker yang akan berlangsung selama 3 hari, 15 – 17 Juli 2025 ini mengangkat tema “Bertumbuh, Bertambah, Berdampak”.
Acara pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri yang mewakili Bupati Jayapura, Yunus Wonda. Turut hadir Ketua Sinode GKII Papua Pdt. Petrus Boyadone, Sekretaris Umum GKII Pusat, serta perwakilan dari 8 klasis yang ada di Sinode Papua.
Kegiatan dimulai dengan ibadah pembukaan yang dikhotbahkan langsung oleh Sekretaris Umum GKII Pdt. Hussain Shahz Diman, S.Th, SH, MH dengan mengambil kitab Markus 1:12-28. Doa penutup dipimpin oleh Ketua Klasis Grime Nawa Pdt. Otniel Kawai, M.Th.
Pembukaan resmi dilakukan secara simbolis dengan pemukulan tifa oleh Sekda bersama Ketua Sinode dan Sekretaris Umum GKII. Acara juga dimeriahkan dengan pembagian kartu peserta kepada seluruh peserta rapat kerja.
Rapat kerja ini diikuti oleh 8 klasis yang ada di Sinode Papua, yaitu Teluk Cendrawasih, Kepala Burung, Perbatasan Kerom, Kota Jayapura, Dafonsoro, Sarmi, Grime Nawa, Selatan Merauke, dan Misi CMA.
Ketua Panitia Raker Sisca Marweri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah memberikan bantuan dana sebesar Rp 200 juta untuk kelancaran kegiatan ini.
“Kami panitia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang sudah membantu dalam kegiatan Raker Sinode. Tuhan berkati dalam tugas dan tanggung jawab,” ungkap Marweri.
Menurut Marweri, rapat kerja ini bertujuan untuk menerima laporan dari sinode, klasis, hingga jemaat yang ada di Sinode Papua dan Yayasan STT, serta akan melakukan evaluasi capaian pelayanan periode 2024-2025 pada seluruh jenjang baik tingkat sinode maupun klasis, serta menyusun rencana kerja 2025-2026.
Tak lupa, Ketua Panitia Sisca Marweri menyampaikan apresiasi kepada media yang meliput kegiatan ini.
“Klasis Grime Nawa sebagai tuan rumah, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman media yang sudah mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.
Ketua Sinode GKII Papua Pdt. Petrus Boyadone menegaskan pentingnya gereja untuk terus berkembang menghadapi perubahan zaman.
“Rapat kerja ini begitu penting. Gereja hari ini harus bertumbuh, bertambah, berdampak dalam perubahan-perubahan yang sedang terjadi,” kata Petrus.
Pdt. Petrus juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Bupati Nduga. Hal ini menjadi alasan ketidakhadiran Bupati Jayapura yang sedang menjalankan tugas mengantarkan jenazah almarhum Bupati Nduga.
“Bupati tidak hadir hari ini karena ada kepergian Bupati Nduga. Kami Badan Pengurus Sinode mengungkapkan turut berduka atas kepergian Bupati Nduga,” ujar Petrus.
Sementara itu, Sekda, Abdul Rahman Basri yang mewakili Bupati Jayapura dalam sambutannya mengajak seluruh jemaat untuk mewujudkan tema yang diusung.
“Saya sebagai yang mewakili Bupati mengajak seluruh jemaat untuk bertumbuh, bertambah, berdampak sesuai tema yang diberikan panitia Raker GKII Sinode Papua,” ujar Abdul.
Rapat kerja ini merupakan yang terakhir sebelum GKII Sinode Papua menuju konferensi pada tahun 2026, menandai periode transisi penting dalam pelayanan gereja di tanah Papua.
(Yoas Tabuni)











