Berita Papua, Sentani — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Papua akan menyusun strategi baru untuk periode 2025-2026 melalui Rapat Kerja (Raker) ke-IV yang berlangsung di Gedung Gereja GKII Efata Doyo Lama, Sentani.
Ketua Sinode Papua GKII Pdt. Petrus Boyadone menegaskan bahwa rapat kerja ini merupakan evaluasi menyeluruh sebelum menuju konferensi tahun 2026.
“Setiap tahun kami akan mengevaluasi hal-hal apa yang kami dapat, setelah itu kami akan rumuskan hasil itu menjadi strategi untuk 2025-2026,” ungkap Pdt. Petrus dalam wawancara usai pembukaan Rapat Kerja, Selasa (15/7/2025).
Menurut Pdt. Petrus, rapat kerja ini memiliki makna khusus karena menjadi yang terakhir sebelum konferensi 2026. Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GKII, masa jabatan kepengurusan akan berakhir pada 2026.
“Periode saya akan berganti di tahun depan 2026 dan ini rapat kerja terakhir sebelum konferensi. Ada dua hal penting: kami akan susun program baru menghadapi tantangan situasi ke depan, kemudian akan pilih badan pengurus baru Sinode Papua GKII,” ungkapnya.
Pdt. Petrus menyampaikan 4 garis besar program kerja GKII Sinode Papua ke depan:
Pertama, Penginjilan. Program ini menjadi fokus utama sebagai misi gereja dalam penyebaran Injil di Papua.
Ke-2, Pengembangan Ekonomi.
Ke-3, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Program ini mencakup bidang pendidikan dan kesehatan yang dinilai krusial untuk kemajuan gereja dan masyarakat Papua.
Ke-4, Pelayanan Kategorial. Program ini khusus ditujukan untuk anak-anak jalanan dan pelayanan sosial lainnya, termasuk penanganan bencana sosial.
Sebagai bagian dari program pengembangan SDM, GKII Sinode Papua akan menggelar Retreat Pemuda pada 22 Juli 2025 mendatang di Klasis Perbatasan Kerom.
Pdt. Petrus, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi jemaat.
“Ini penting karena akan memberikan dampak dan menolong gereja,” pungkasnya.
(Yoas Tabuni)











