Berita

GKII Sinode Papua Gelar Retreat Pemuda Ke-4 di Keerom, Dihadiri 500 Peserta dari 8 Klasis

18
×

GKII Sinode Papua Gelar Retreat Pemuda Ke-4 di Keerom, Dihadiri 500 Peserta dari 8 Klasis

Sebarkan artikel ini
Tampak penabuhan tifa bersama menandai dibuka jalannya Retreat Pemuda Sinode Papua ke-4 di Klasis Perbatasan Keerom.

Berita Papua, Keerom — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Biro Pemuda menggelar Retreat Pemuda Sinode Papua ke-4 di Klasis Perbatasan Keerom, Selasa (22/7/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga 25 Juli ini dihadiri sekitar 500 peserta dari delapan klasis di Sinode Papua.

Acara pembukaan disambut meriah oleh masyarakat setempat dengan budaya lokal untuk menyambut 5 pembicara dan Ketua Sinode. Kegiatan ini dihadiri 6 pembicara utama beserta Ketua GKII Sinode Papua.

Seluruh 8 klasis di Sinode Papua turut berpartisipasi, yakni Klasis Kepala Burung, Teluk Cendrawasih, Kota Jayapura, Dafonsoro, Grime Nawa, Sarmi, Selatan Merauke, dan tuan rumah Klasis Perbatasan Keerom.

Selain Bupati Sarmi, Bupati Keerom juga dipastikan hadir dalam retreat tersebut, menjadikan peristiwa bersejarah bagi pemuda GKII Sinode Papua.

Tampak Pdt. Petrus Boyadone Ketua sinode disambut tari-tarian saat memasuki tempat pelaksanaan Retreat Pemuda Sinode Papua ke-4 di Klasis Perbatasan Keerom.

Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Ketua Sinode Pdt. Petrus Boyadone, M.Th, dengan mengambil firman dari Kitab Roma 11:34-36: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia dan kepada Dia! Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Doa penutup dalam ibadah dipimpin Pdt. Mons selaku Ketua Klasis GKII Perbatasan Keerom.

Ketua Panitia Alpius Wakur menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pembicara yang hadir, termasuk Ketua STT Jaffray Makassar Pdt. Dr. Robi Panggarra, M.Th, Maikel Sitiawan, SE, dan Pdt. Natan Duwiri, S.Th dari Papua IV.

“Terima kasih untuk semua pembicara yang sudah datang dari jauh. Tuhan memberkati. Mari kita simak materi dengan baik dan kita akan pulang serta melakukan apa yang diberikan dari materi pembicara,” ujar Ali Wakur.

Ketua Biro Pemuda GKII Pdt. Patriot Kayoi, S.Th mengungkapkan keistimewaan retreat kali ini dengan kehadiran Bupati Sarmi Dominggus Catue sebagai pembicara. Bupati Sarmi yang juga aktif sebagai Bendahara Klasis Sarmi periode 2021-2026 ini terpilih pada 2025.

“Beliau meminta izin kepada Ketua Sinode saat Rapat Kerja Sinode 2023 di Klasis Perbatasan Keerom untuk maju sebagai calon bupati. Dan akhirnya di tahun 2025 beliau terpilih sebagai Bupati Sarmi, semua karena anugerah Tuhan,” ungkap Pdt. Patriot.

Tampak Pdt. Petrus Boyadone Ketua sinode disambut tari-tarian saat memasuki tempat pelaksanaan Retreat Pemuda Sinode Papua ke-4 di Klasis Perbatasan Keerom.

Ketua Biro Pemuda GKII Patriot Kayoi, S.Th menjelaskan bahwa retreat ini merupakan agenda tahunan hasil keputusan Konferensi Sinode Tahun 2021.

“Ini adalah retreat keempat yang kita lakukan dengan Klasis Perbatasan Keerom sebagai tuan rumah. Bersyukur peserta hadir hampir mencapai 500 orang,” katanya.

Tahun lalu kegiatan serupa dilaksanakan di Klasis Dafonsoro, Sentani. Untuk tahun mendatang, kegiatan akan diselenggarakan di Kabupaten Sarmi dengan Klasis Sarmi sebagai tuan rumah.

Ketua GKII Sinode Papua Pdt. Petrus Boyadone, M.Th menekankan pentingnya retreat sebagai persiapan anak-anak muda.

“Harapan kami dari pimpinan gereja, supaya anak-anak ini memiliki karakteristik Kristus dalam hidup mereka, di mana Injil Kristus mewarnai hidup mereka ke depan. Itu sangat penting untuk membentuk kualitas SDM ke depan dan mengisi nilai-nilai Kristen,” ujarnya.

Ketua Panitia Alpius Wakur mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan selama enam bulan. Seluruh pembiayaan senilai sekitar Rp 70 juta lebih bersumber dari swadaya pemuda melalui kegiatan gotong royong, mendulang, dan bakti sosial.

“Sementara kontribusi dari Pemerintah Kabupaten Keerom belum ada sampai saat ini,” ungkap Alpius.

Dia berharap kehadiran ke-2 bupati dapat membawa berkah dan rezeki untuk kegiatan retreat pemuda ini.

Acara pembukaan ditutup dengan pemukulan tifa bersama oleh Ketua Sinode, Ketua Klasis Perbatasan Keerom, dan Ketua Biro Pemuda, dilanjutkan dengan pemakaian ID card kepada peserta retreat.

(Yoas Tabuni)