Berita Papua, Sentani — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikeleuw, secara resmi membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula sekolah tersebut menjadi momentum untuk memastikan kualitas lulusan agar siap bersaing di dunia industri.
Usai membuka acara, Amelia melakukan peninjauan langsung ke sembilan bengkel jurusan yang tengah melaksanakan ujian praktik. 9 jurusan tersebut meliputi Teknik Listrik, Teknik Las, Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Desain Permodelan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Perkayuan, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Elektronika Industri, serta Teknik Audio Video.
Dalam peninjauannya, ia mengamati secara langsung proses uji kompetensi yang dijalani para siswa. Menurutnya, UKK merupakan instrumen krusial untuk mengukur kemampuan teknis siswa sebelum benar-benar terjun ke masyarakat.
“Uji kompetensi ini sangat baik karena menguji kemampuan anak secara langsung. Artinya, setelah lulus nanti, mereka sudah memiliki keahlian terstandar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Amelia kepada awak media.
Ia menyampaikan, keberhasilan siswa dalam mencerna teori dari guru dan mengaplikasikannya dalam bentuk praktik menjadi nilai jual utama lulusan SMK.
“Praktik yang mereka lakukan di sekolah ini adalah bukti keahlian. Ini akan menjadi modal berharga saat mereka masuk ke dunia industri. Masyarakat dan dunia usaha pun akan percaya bahwa SMK Negeri 1 Sentani mampu meluluskan sumber daya manusia yang unggul dan siap pakai,” tegasnya.
Amelia juga menyoroti kesiapan fasilitas dan bengkel kerja di masing-masing jurusan.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai menunjukkan bahwa para siswa sebenarnya sudah layak menjadi tenaga kerja terampil.
“Melihat bengkel kerja di setiap jurusan, saya optimis mereka siap terjun ke lapangan. Sekarang tinggal bagaimana mereka menunjukkan skill terbaiknya sebagai bentuk pencitraan positif sekolah dan membuktikan bahwa SMK bisa dipercaya oleh dunia kerja,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Amelia berharap sekolah dapat terus meningkatkan kompetensi siswa dan membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat.
“Misalnya, ketika ada pameran pendidikan, siswa dari setiap bengkel bisa unjuk gigi, melakukan servis gratis, atau memamerkan hasil karya mereka. Itu akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Abidin, mengapresiasi arahan dari Dinas Pendidikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mempromosikan kompetensi unggulan yang dimiliki sekolah agar lulusannya dapat diterima dan bermanfaat di dunia kerja.
“Kami sangat setuju dengan apa yang disampaikan Ibu Kadis. Ke depan, kami juga berencana berkolaborasi dengan SMK lain untuk saling menguatkan pelaksanaan UKK, serta menjalin kerja sama lebih erat dengan dinas terkait agar lulusan kami semakin terbuka peluangnya,” kata Abidin.
Untuk pelaksanaan UKK tahun pembelajaran 2025/2026 ini, panitia dipimpin langsung oleh Wakasek Kurikulum sebagai ketua, dengan bidang pengajaran sebagai sekretaris. Proses pengujian melibatkan penguji eksternal dari dunia usaha dan industri, seperti dari Universitas Cenderawasih (Uncen), BLKI, dan PT Internusa, serta penguji internal yang merupakan guru-guru kejuruan di sekolah.
(Yan Mofu)











